DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Keutamaan Lailatul Qadar bagi Orang Sakit yang Beribadah Sesuai Kemampuan

Soal 319: Keutamaan Lailatul Qadar bagi Orang Sakit yang Beribadah Sesuai Kemampuan

Pertanyaan

Bagaimana jika seseorang sakit dimalam Lailatul qodar iyaa gak mampu tarawih , qiyamullail. hanya mengerjakan yg wajib itupun dlm kondisi sakit ,namun disepanjang malam ia berbaring ditmpaat tidur sambil berdzikir/bertahlil dan berdoa kepada Allah. Apakah ia masih menemui atau mendapatkan keutamaannya ustad?

Jawaban

Seseorang yang sakit pada Lailatul Qadar sehingga tidak mampu melaksanakan tarawih atau qiyamul lail, lalu ia hanya mengerjakan yang wajib sesuai kemampuannya, kemudian sepanjang malam berbaring sambil berdzikir, bertahlil, dan berdoa kepada Allah, maka dengan izin Allah ia tetap mendapatkan keutamaan malam tersebut. Keutamaan Lailatul Qadar tidak terbatas pada shalat malam saja, tetapi pada setiap bentuk ibadah yang dilakukan dengan iman dan mengharap pahala. Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Menghidupkan malam tidak harus selalu dengan berdiri shalat meskipun itu yang lebih utama, tetapi mencakup dzikir, doa, dan ibadah sesuai kemampuan.

Syariat Islam dibangun di atas kemudahan dan pengangkatan kesulitan. Orang sakit tidak dibebani ibadah di luar kemampuannya, bahkan apa yang ia lakukan sesuai kondisinya dicatat sebagai ibadah sempurna berdasarkan niat dan keadaannya. Nabi ﷺ bersabda: “Jika seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat baginya pahala seperti apa yang biasa ia kerjakan ketika sehat dan bermukim” (HR. Bukhari). Berdzikir dan berdoa dalam keadaan berbaring termasuk ibadah yang sah, karena Allah berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring” (QS. Ali ‘Imran: 191).

Terdapat penjelasan dari para ulama bahwa keutamaan Lailatul Qadar dapat diraih oleh siapa pun yang beribadah di malam itu sesuai kemampuannya, baik dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, maupun doa. Sebagian ulama menekankan bahwa shalat malam (baik itu tarawih, tahajjud, witir atau qiyamullail secara umum) adalah ibadah paling utama, namun yang lain menegaskan bahwa orang yang terhalang oleh udzur seperti sakit tetap mendapatkan pahala sempurna jika ia ikhlas dan berusaha mendekat kepada Allah dengan amalan yang mampu ia lakukan. Orang yang sakit namun mengisi malam Lailatul Qadar dengan dzikir dan doa tetap berpeluang besar mendapatkan keutamaan dan pahala Lailatul Qadar, bahkan tidak terhalang dari rahmat dan ampunan Allah. Semoga Allah menyembuhkan orang-orang sakit di antara kita. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *