DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Makna Gerakan Shalat

Soal 71: Makna Gerakan Shalat

Pertanyaan

Assalamualaikum apa makna gerakan semua sholat 5 waktu dan sholat sunnah?

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Gerakan-gerakan dalam sholat memiliki makna ibadah yang sangat dalam. Berdirinya seorang muslim dalam sholat menunjukkan berdirinya seorang hamba di hadapan Rabbnya dengan penuh penghormatan, dan di saat itu ia membaca Al-Fatihah yang merupakan doa dan pujian kepada Allah, sesuai sabda Nabi ﷺ bahwa Allah menjawab setiap ayat dari Al-Fatihah yang dibaca hamba-Nya. Setelah itu rukuk dilakukan sebagai bentuk ketundukan kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Rabb kalian” (QS. Al-Hajj: 77).

Sujud merupakan puncak kerendahan diri seorang hamba, karena Nabi ﷺ bersabda: “Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud” (HR. Muslim). Dengan menempelkan dahi dan hidung ke bumi, seorang muslim mengakui kehinaannya dan memohon kepada Allah dengan penuh ketundukan. Duduk di antara dua sujud pun melambangkan permohonan ampunan, sebagaimana doa yang diajarkan Nabi ﷺ: “Rabbi ighfir li,…” yang menunjukkan bahwa seluruh kehidupan seorang muslim bergantung pada ampunan dan kasih sayang Allah.

Semua gerakan ini diulang dalam sholat lima waktu sebagai bentuk penyucian jiwa dan peneguhan hubungan antara hamba dan Rabbnya. Nabi ﷺ menggambarkan sholat lima waktu seperti sungai yang mengalir di depan rumah seseorang, yang ia mandi darinya lima kali sehari sehingga tidak tersisa kotoran sedikit pun (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun sholat sunnah, maka gerakan dan maknanya sama seperti sholat fardhu, tetapi ia berfungsi sebagai penyempurna dan penutup kekurangan dalam sholat wajib, sebagaimana dalam hadis: “Jika pada sholat fardhu terdapat kekurangan, Allah Ta’ala berfirman: lihatlah apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah untuk menyempurnakannya” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi). Barakallahufikum. Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *