Hukum Puasa Sepanjang Masa
Soal 68: Hukum Puasa Sepanjang Masa
Pertanyaan
Assalamualaikum syekh² mau aku bertanya apakah ada puasa sepanjang masa (dahr)? soalnya aku lihat di YouTube kalau ada hadist yang membolehkan.mau aku kerjakan
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Puasa sepanjang masa atau puasa dahr adalah puasa setiap hari tanpa berhenti, kecuali hari-hari yang memang haram berpuasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam syariat, bentuk puasa seperti ini tidak dianjurkan, bahkan dilarang oleh banyak ulama karena bertentangan dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ yang menekankan keseimbangan antara ibadah dan kekuatan fisik. Nabi ﷺ memberi peringatan kepada sebagian sahabat yang ingin berlebihan dalam ibadah, agar tidak membebani diri sampai mengganggu hak tubuh dan hak-hak lain.
Dalil yang paling jelas adalah sabda Nabi ﷺ: “Tidaklah berpuasa orang yang berpuasa sepanjang masa.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksudnya, orang yang memaksakan diri puasa setiap hari tidak mendapatkan pahala yang sempurna, karena ia meninggalkan sunnah dan akan melemahkan diri sendiri. Nabi ﷺ juga bersabda kepada Abdullah bin Amr yang ingin berpuasa terus-menerus: “Berpuasalah dan berbukalah… karena tubuhmu punya hak atasmu.” (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa puasa terus-menerus bukan jalan yang disukai dalam agama.
Sebagai gantinya, Nabi ﷺ memberikan alternatif amalan terbaik, yaitu puasa Daud: sehari berpuasa dan sehari berbuka. Dalam hadis disebutkan: “Itulah puasa yang paling dicintai Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pilihan lain yang dianjurkan adalah puasa Senin Kamis atau tiga hari setiap bulan. Semua ini memberikan keseimbangan antara ibadah dan kekuatan tubuh, sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ yang merupakan sebaik-baik petunjuk.
Setelah kami mengamati video YouTube dari link yang dikirim, maksudnya adalah bahwa puasa sepanjang masa merupakan konsep menahan diri yang tidak dibatasi oleh waktu fajar hingga tenggelamnya matahari, melainkan berlangsung setiap detik seumur hidup untuk menjauhi segala hal yang Allah benci, murkai, dan laknat, berbeda dengan puasa orang awam yang hanya menahan lapar dan dahaga. Puasa ini adalah tingkatan “manusia super khusus” yang mempuasakan seluruh anggota tubuh seperti lisan, mata, telinga, tangan, dan hati dari perbuatan dosa dan maksiat, dengan tujuan membentuk pribadi yang bukan hanya meninggalkan hal halal seperti makan dan minum di siang hari Ramadan, tetapi juga secara konsisten meninggalkan larangan abadi seperti riba, zina, dan fitnah di waktu lainnya, sehingga ketaqwaan tetap terjaga sepanjang usia. Barakallahufikum. Wallahu a’lam
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
