DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Rahasia Ayat-Ayat Puasa Dimulai dan Diakhiri dengan Taqwa

Soal 328: Rahasia Ayat-Ayat Puasa Dimulai dan Diakhiri dengan Taqwa

Pertanyaan

Apa rahasianya ayat² puasa dimulai dengan taqwa dan diakhiri dengan taqwa ust?

Jawaban

Ayat-ayat puasa diawali dengan taqwa karena tujuan utama puasa sejak awal adalah pembentukan taqwa, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183). Ini menunjukkan bahwa puasa adalah sarana tarbiyah hati, melatih ketaatan dan rasa diawasi Allah, terutama dalam perkara yang tersembunyi, ketika seseorang meninggalkan yang halal semata-mata karena Allah. Inilah inti taqwa: menjalankan perintah dan meninggalkan larangan dengan kesadaran penuh kepada-Nya.

Rangkaian ayat puasa kemudian ditutup kembali dengan taqwa dalam firman Allah: “Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 187). Penutup ini menegaskan bahwa seluruh hukum, batasan, rukhsah, dan adab puasa yang dijelaskan sebelumnya semuanya bermuara pada satu tujuan akhir, yaitu melahirkan insan bertaqwa. Artinya, puasa yang benar bukan hanya sah secara fikih, tetapi berhasil jika menghasilkan perubahan sikap, akhlak, dan kehati-hatian dari dosa setelah Ramadan berlalu.

Rahasia besar mengapa ayat puasa dibingkai dengan taqwa di awal dan akhir adalah karena puasa seluruhnya berada dalam lingkaran taqwa: dimulai dengan niat taqwa, dijalani dengan praktik taqwa, dan diakhiri dengan buah taqwa. Nabi ﷺ menegaskan hakikat ini dengan sabdanya: “Puasa adalah perisai” (HR. Bukhari dan Muslim), serta peringatan: “Barang siapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dosa, maka Allah tidak butuh dari puasanya meninggalkan makan dan minum” (HR. Bukhari). Jika puasa tidak melahirkan taqwa, berarti ruh ibadahnya belum tercapai, meskipun bentuk lahiriahnya telah dikerjakan. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *