Keberadaan Allah Ta’ala Menurut Akidah Salaf: Dalil dari Wahyu, Fitrah, dan Akal
Soal 66: Keberadaan Allah Ta’ala Menurut Akidah Salaf: Dalil dari Wahyu, Fitrah, dan Akal
Pertanyaan
Assalamualaikum saya mau bertanya misalkan kalo ada org non Islam tanya dmana tuhan mu berada?
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Para ulama salaf sepakat bahwa Allah Ta’ala (Yang Maha Tinggi) berada di atas seluruh makhluk-Nya, di atas langit, di atas ‘Arsy, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-A‘raf ayat 54: “Kemudian Dia beristiwa di atas ‘Arsy,” dan Surah Thaha ayat 5: “Yang Maha Pengasih beristiwa di atas ‘Arsy.” Mereka juga berdalil dengan Surah Al-Mulk ayat 16: “Apakah kalian merasa aman dari yang berada di atas langit,” serta hadis tentang jariyah ketika Nabi ﷺ bertanya “Di mana Allah?” dan ia menjawab “Di atas langit,” lalu Nabi ﷺ membenarkannya. Semua ini menunjukkan bahwa Allah Maha Tinggi dengan ketinggian yang sesuai dengan keagungan-Nya tanpa menyerupai makhluk.
Meskipun Allah Ta’ala berada di atas ‘Arsy, para salaf menekankan bahwa Allah tetap dekat dengan makhluk melalui ilmu-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Qaf ayat 16: “Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,” dan firman-Nya dalam Surah Al-Hadid ayat 4: “Dan Dia bersama kalian di mana pun kalian berada.” Kedekatan ini adalah kedekatan ilmu, pendengaran, penglihatan, pengawasan, dan rahmat.
Dalam penjelasan salaf, fitrah manusia juga menjadi dalil. Fitrah setiap manusia, tanpa diajari, ketika memohon pertolongan pasti menengadah ke langit, bukan ke arah lain. Ketika tertimpa musibah, manusia spontan mengangkat tangan ke atas. Ini selaras dengan firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 30: “Maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus; fitrah Allah yang Dia telah menciptakan manusia di atasnya.” Fitrah tidak pernah berlawanan dengan wahyu, justru membenarkannya.
Secara akal sehat dan logika yang bersih, yang tinggi lebih layak bagi keagungan, kekuasaan, dan sifat ketuhanan. Segala yang rendah, menyatu dengan makhluk, berubah, atau terikat ruang menunjukkan kelemahan. Karena itu Allah berfirman dalam Surah Asy-Syura ayat 11: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia,” dan Surah An-Nahl ayat 60: “Bagi Allah sifat yang Mahatinggi.” Akal juga memahami bahwa Pencipta tidak mungkin bercampur dengan ciptaan. Yang menciptakan langit tentu tidak berada di dalam langit, tetapi di atasnya, mengatur seluruh kerajaan-Nya. Ketika Islam menyatakan bahwa Allah berada di atas langit dan di atas ‘Arsy, sementara ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, ini adalah keyakinan yang selaras dengan wahyu, fitrah, dan logika, serta mudah dipahami oleh siapa pun, termasuk non-Muslim yang mencari penjelasan yang rasional dan murni. Barakallahufikum. Wallahu a’lam
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
