DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Posisi Tangan Saat Berdoa

Soal 286: Posisi Tangan Saat Berdoa

Pertanyaan

Izin bertanya ustadz, terkait pict yg kami dpt. Bagaimana hukum dan penjelasan nya ustadz? Berdoa telapak tangan menghadap ke atas ketika meminta kebaikan, dan menghadap ke bawah ketika meminta diangkat musibah?

Jawaban

Pada asalnya, sunnah dalam berdoa adalah mengangkat kedua tangan dengan telapak menghadap ke atas, yaitu bagian dalam telapak diarahkan ke langit. Tata cara ini didasarkan pada banyak dalil yang jelas dan kuat, di antaranya sabda Nabi ﷺ: “Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah dengan bagian dalam telapak tangan kalian dan jangan meminta dengan punggungnya” (HR. Abu Dawud). Praktik ini juga tampak dalam banyak doa Nabi ﷺ, seperti doa beliau pada Perang Badar, ketika beliau mengangkat kedua tangan dengan sangat lama (HR. Muslim). Inilah bentuk doa yang paling umum dilakukan Nabi ﷺ dan para sahabat, sehingga menjadi sunnah asal yang tidak diperselisihkan.

Adapun terkait doa untuk mengangkat musibah besar, sebagian ulama membedakan tata caranya. Mereka berpendapat bahwa dalam kondisi tertentu, seperti doa istisqa’ (meminta hujan), disunnahkan mengarahkan punggung telapak tangan ke langit. Pendapat ini didasarkan pada hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ ketika berdoa istisqa’ mengisyaratkan dengan punggung kedua telapak tangannya ke arah langit (HR. Muslim). Pendapat ini dinukil dari sejumlah ulama dan dinisbatkan kepada sebagian salaf, sehingga termasuk pendapat yang memiliki dasar dan berada dalam wilayah ijtihad.

Namun, sebagian ulama lain menjelaskan bahwa riwayat tersebut bukan untuk menunjukkan adanya sunnah khusus membalik telapak tangan, melainkan menggambarkan tingginya Nabi ﷺ mengangkat kedua tangan ketika berdoa. Karena itu, tidak ada dalil yang tegas dan jelas tentang anjuran membolak-balikkan telapak tangan secara sengaja dalam doa selain pada kasus yang diperselisihkan seperti istisqa’. Maka, berdoa dengan telapak tangan menghadap ke atas tetap merupakan sunnah yang paling kuat dan utama, sedangkan pendapat yang membedakan arah telapak tangan dalam doa mengangkat musibah adalah pendapat ijtihadi yang tidak perlu diingkari. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *