Resmi Dibuka, MPP DPD Wahdah Islamiyah Pinrang Fokus Matangkan Evaluasi Semester
PINRANG — Berjalan enam bulan kepengurusan tahun 2026, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Pinrang kembali menggelar hajat tahunannya. Bertempat di Masjid Al Ikhlas, Jl. Seroja Pacongan, Pinrang, Musyawarah Pengurus Pleno (MPP) resmi dibuka pada Ahad (26/7/2026) dengan suasana khidmat dan penuh semangat ukhuwah. Momen pembukaan ini menjadi titik awal sebelum para pengurus menyelami rangkaian sidang evaluasi program kerja semesteran.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, Ustadz Asri Jaya, S.Pd., M.Pd., memberikan gambaran utuh mengenai kondisi pergerakan dakwah saat ini. Beliau mengingatkan bahwa sisa waktu kepengurusan yang tinggal enam bulan lagi adalah momen emas. Waktu yang ada harus benar-benar dimaksimalkan untuk merapatkan barisan, baik di level kader, departemen, maupun lembaga secara keseluruhan, terutama guna menyongsong perhelatan Musyawarah Daerah (Musda).
“Dari hasil evaluasi, kita melihat perlunya membenahi kolaborasi antar-departemen. Kita butuh semacam katalisator agar seluruh organ lembaga ini bisa bergerak bersama, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri secara sektoral,” tutur Ustadz Asri Jaya.
Beliau juga berpesan agar denyut kegiatan halaqah tarbawiyah terus didorong supaya lebih progresif. Tentunya, semua rancangan evaluasi ke depan harus tetap berpegang teguh pada tiga pilar utama pergerakan, yakni:
- Ketahanan Keluarga
- Kemandirian Ekonomi
- Penguatan Pengkaderan
Momen pembukaan ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Perwakilan DPW Wahdah Islamiyah Sulawesi Selatan, Ustadz Jamaluddin Shodiq, S.KM. Kehadiran beliau secara khusus untuk mendampingi pengurus daerah sekaligus memberikan suntikan motivasi dan penyegaran ruhiyah bagi para peserta musyawarah.
Mengawali arahannya, Ustadz Jamaluddin melontarkan apresiasi atas kedisiplinan jajaran pengurus DPD Pinrang yang hadir tepat waktu. Lebih dalam, beliau menitipkan pesan emosional tentang hakikat perjuangan dakwah. Ketaatan dan keikhlasan dalam barisan, yang tercermin dalam prinsip sami’na wa atha’na, adalah nyawa pergerakan yang tak boleh pudar.
“Sadari bahwa kitalah yang telah dipilih oleh Allah ﷻ untuk memikul amanah di jalan dakwah ini. Sungguh Allah ﷻ telah bertransaksi dengan kita, Innallaha sytara minal mu’minina anfusahum wa amwalahum bi anna lahumul jannah. Percayalah, apa yang kita impikan dari lelah perjuangan ini kelak akan kita tuai hasilnya,” pesan Ustadz Jamaluddin dengan hangat.
Sebagai penutup sesi pembukaan, beliau mengisahkan keteguhan iman sahabat Suraqah bin Malik رضي الله عنه terhadap janji Rasulullah ﷺ. Kisah heroik ini diharapkan menjadi pengingat yang menyentuh hati para kader agar memandang setiap tugas dakwah sebagai sebuah anugerah, serta senantiasa menjernihkan niat dari sekadar mengejar pencapaian duniawi semata.
Kini, rangkaian MPP DPD Wahdah Islamiyah Pinrang berlanjut ke tahap sidang-sidang pleno. Harapannya, forum ini tak sekadar menjadi ajang evaluasi rutin, tetapi mampu melahirkan rekomendasi strategis yang membumi demi optimalisasi sisa program dan kesiapan paripurna menyambut Musda mendatang.

