DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Berita

Penuh Tawa dan Haru, Ustaz Harman Tajang Bongkar Rahasia “Masuk Surga Sekeluarga” di Pinrang

Berita Wahdah Pinrang

PINRANG — Suasana hangat, akrab, dan penuh antusiasme menyelimuti Masjid Al Ikhlas, Jl. Seroja, Pacongang, Paleteang, Kabupaten Pinrang pada hari Jumat (31/07/2026). Ratusan ikhwah dan akhwat tumpah ruah menghadiri majelis Tabligh Akbar garapan DPD Wahdah Islamiyah Pinrang yang mengusung tema menggugah jiwa, yakni “Masuk Surga Sekeluarga”.

Kajian spesial ini menghadirkan Ust. Harman Tajang, Lc., M.H.I., Ph.D. sebagai pemateri utama. Kehadiran beliau mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah setempat. Tampak hadir di tengah-tengah jemaah di antaranya Ketua MUI Kabupaten Pinrang KH. Masse Laibu, Lc., Bapak Marwan yang mewakili Kepala Kemenag Pinrang, Penyuluh Zakat dan Wakaf Kemenag Pinrang Bapak Wahyuddin, serta Owner M Hotel. Tak ketinggalan, jajaran Polsek, Camat, Lurah, segenap asatizah, dan pengurus daerah Wahdah Islamiyah Pinrang turut bersinergi memastikan majelis berjalan khidmat.

Dalam mukadimahnya, Ustaz Harman mengingatkan jemaah akan esensi keikhlasan dalam beramal, selaras dengan nama masjid tempat mereka bernaung. Beliau memaparkan betapa besarnya keutamaan duduk di rumah Allah ﷻ, terlebih di waktu mustajab pada penghujung hari Jumat.

Dunia yang penuh dengan gemerlap dan kemewahan di luar itu, sedikit pun tidak menyamai kemuliaan dan kehormatan tempat kita berada di dalamnya sekarang. Rahmat Allah ﷻ itu lebih baik daripada dunia beserta isinya.

Lebih jauh, ulama yang saat ini mengemban amanah sebagai Direktur Markaz Imam Malik tersebut membedah impian terbesar setiap muslim. Menurutnya, kematian adalah sebuah kepastian yang akan memisahkan manusia dari harta benda dan keluarga tercintanya. Namun bagi orang-orang beriman, perpisahan itu hanyalah jeda sementara. Allah ﷻ telah memberikan garansi akan mengumpulkan kembali orang-orang saleh bersama pasangan dan anak cucu mereka di surga kelak.

Hal ini, urainya, disandarkan kuat pada firman Allah ﷻ dalam Surah Ar-Ra’d ayat 23:

جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ
“… (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya…”

Menariknya, penyampaian materi yang sarat makna ini tidak dibawakan dengan kaku. Ustaz Harman berkali-kali sukses memecah tawa seisi masjid lewat gaya retorikanya yang santai. Salah satu momen paling mengundang tawa adalah saat beliau membahas fitrah manusia yang ingin memiliki keturunan, lalu menanyakan siapa jemaah yang memiliki anak perempuan semua atau laki-laki semua.

Beliau kemudian menceritakan sebuah kisah lucu tentang seorang kiai yang ditanya oleh temannya yang kebetulan memiliki anak perempuan semua. Sang teman meminta doa atau rahasia agar bisa dikaruniai anak laki-laki. Sang Kiai justru menjawab nyeleneh, “Kalau berdoa, mintalah anak perempuan saja. Kenapa? Karena kalau kulihat dari mukamu ini, sepertinya doamu tidak akan dikabulkan,” seloroh Ustaz Harman menirukan Kiai tersebut, yang sontak disambut tawa riuh para jemaah.

Di balik candaan tersebut, beliau menitipkan pesan tauhid yang mendalam bahwa terkadang manusia menginginkan sesuatu, padahal Allah ﷻ Maha Mengetahui apa yang paling tepat dan terbaik bagi hamba-Nya.

Candaan membumi lainnya juga terlontar saat beliau menggambarkan romantisme suami istri dalam beribadah. Mengutip sunnah Nabi ﷺ tentang anjuran suami memercikkan air ke wajah istri yang sulit dibangunkan untuk salat malam, beliau mencontohkan sebuah dialog kocak. “Percikannya penuh sayang ya… Dek bangun ki, bangun. Terus istrinya kaget, ‘Apa Bi? Bikinkankah kopi?’ Bukan untuk itu, mari salat ki!” candanya yang kembali menghidupkan suasana. Beliau menyisipkan doa, termasuk mendoakan para pemuda yang masih jomblo agar segera ditemukan jodohnya, yang lucunya justru diaminkan paling kencang oleh bapak-bapak yang sudah beristri.

Setelah suasana cair, Doktor lulusan Universitas Qassim, Arab Saudi yang juga aktif sebagai Dosen Pascasarjana IAI STIBA Makassar ini kembali membawa jemaah menyelami beratnya tanggung jawab pendidikan keluarga. Mengambil ibrah dari kepiluan Nabi Nuh yang tak মায়ের bisa menyelamatkan putranya yang menolak beriman, beliau menegaskan bahwa ikatan akidah di atas segalanya. Hidayah mutlak milik Allah ﷻ, sehingga ikhtiar mendidik dan mendoakan anak adalah kewajiban yang tak boleh putus.

Tanggung jawab utama seorang kepala keluarga, tegasnya, adalah penjagaan dari api neraka sebagaimana yang termaktub dalam Surah At-Tahrim ayat 6, bukan sekadar memenuhi sandang, pangan, dan papan di dunia.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Menjelang akhir kajian, suasana kembali dipenuhi dengan semangat ta’awun (tolong-menolong). Para jemaah diajak untuk turut menyukseskan agenda besar Muktamar V Wahdah Islamiyah yang akan digelar di Jakarta. Ajakan penggalangan dana operasional dakwah ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Beramai-ramai, para jemaah memberikan infak terbaiknya, berlomba menggapai rida Allah ﷻ demi mewujudkan mimpi indah: masuk surga sekeluarga.


Mari Sukseskan Muktamar V Wahdah Islamiyah.

InsyaAllah setiap kontribusi yang Anda berikan menjadi amal jariyah dan mendukung terselenggaranya muktamar yang membawa manfaat bagi umat.

💳 Transfer Bank:

  • Bank: BSI (Bank Syariah Indonesia)
  • Atas Nama: Wahdah Inspirasi Zakat Pinrang
  • No. Rekening: 7220 3278 89

📱 Scan QRIS (M-Banking & E-Wallet):

QRIS Donasi WIZ Pinrang

*Gopay, OVO, Dana, ShopeePay, LinkAja, dan M-Banking.

📲 Konfirmasi Donasi & Layanan Jemput Zakat:

Hubungi Ust. Hasprianto (0853-9855-6780)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *