Keutamaan dan Waktu Dianjurkannya Doa Allahumma Innaka ‘Afuwwun …
Soal 262: Keutamaan dan Waktu Dianjurkannya Doa Allahumma Innaka ‘Afuwwun …
Pertanyaan
Bismillah…
Tabe ustadz..
Diwaktu kapan kah doa ini mulai dirutinkan???
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
Jawaban
Doa “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni” pada asalnya boleh dan dianjurkan untuk dibaca sepanjang waktu, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Memohon maaf dan ampun adalah doa yang sangat dicintai Allah dan termasuk ibadah yang disyariatkan agar senantiasa dibiasakan oleh seorang muslim dalam keseharian, siang maupun malam. Kandungan doa ini mencakup kebaikan dunia dan akhirat, sehingga tidak terbatas pada waktu tertentu, melainkan dapat dirutinkan kapan pun seorang hamba bermunajat kepada Rabb-nya.
Namun, ketika memasuki bulan Ramadan, doa ini sangat ditekankan untuk lebih sering dibaca. Penekanan yang paling besar terdapat pada sepuluh hari terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malamnya sejak terbenam matahari hingga terbit fajar. Hal ini karena Lailatul Qadar berada pada salah satu malam di sepuluh malam terakhir dan berpindah-pindah setiap tahunnya. Rasulullah ﷺ bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah dan doa, sebagaimana riwayat Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa beliau menghidupkan malam, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya (sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah) (HR. Bukhari dan Muslim).
Penekanan membaca doa ini semakin kuat berdasarkan hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha juga ketika beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang dibaca jika menjumpai Lailatul Qadar. Nabi ﷺ bersabda: “Ucapkanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Makna doa ini adalah penyerahan diri seorang hamba secara total kepada Allah, disertai pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menghapus dosa-dosanya secara sempurna. Doa ini mengandung pengakuan atas kelemahan, kekurangan, dan banyaknya kesalahan, sekaligus keyakinan bahwa Allah bukan hanya Maha Pemaaf, tetapi juga mencintai pemaafan. Makna al-‘afwu menunjukkan penghapusan dosa hingga bekas dan akibatnya dihilangkan, seakan-akan dosa tersebut tidak pernah terjadi, bukan sekadar ditutupi. Dengan doa tersebut, seorang hamba tidak hanya meminta ampunan, tetapi juga berharap dibersihkan hatinya, dilapangkan urusannya, dan dicukupkan kebutuhannya oleh Allah, baik yang mampu ia ungkapkan maupun yang tersimpan dalam hati.
Seorang hamba juga perlu menyadari bahwa jika ia mengharap ampunan dan pemaafan dari Allah, maka ia pun harus berusaha memaafkan orang lain. Allah Ta‘ala berfirman: “Maka hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22). Ayat ini menegaskan bahwa memaafkan sesama merupakan sebab turunnya ampunan Allah, sehingga doa Allahumma innaka ‘afuwwun seharusnya dibarengi dengan upaya membersihkan hati dari dendam dan kebencian kepada sesama. Wallahu a’lam. Barakallahufikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
