DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Tentang Sholat Khusus Lailatul Qadar dan Malam ke-27

Soal 329: Tentang Sholat Khusus Lailatul Qadar dan Malam ke-27

Pertanyaan

Bismillah. Ustadz, ada yang nitip pertanyaan.🙏🏻
Adakah tuntunannya itu sholat lailatul qadar,dan knp kebanyakan melakukannya di malam ke 27?
Mohon pencerahannya

Jawaban

Tidak ada tuntunan khusus dalam sunnah Nabi ﷺ tentang sholat yang dinamakan “shalat Lailatul Qadar” dengan bilangan rakaat, bacaan, atau tata cara tertentu. Yang disyariatkan adalah menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan qiyamullail secara umum, yaitu sholat malam, doa, dzikir, dan tilawah Al-Qur’an. Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ: “Barangsiapa menghidupkan Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka siapa pun yang sholat malam, baik dua rakaat, empat, atau lebih, dengan niat qiyamullail pada malam-malam Ramadhan, ia telah mengamalkan sunnah tanpa perlu mengkhususkan nama atau bentuk sholat tertentu.

Adapun sebab banyak kaum muslimin mengkhususkan malam ke-27, karena adanya riwayat dari sebagian sahabat yang memahami bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam tersebut. Di antaranya hadits: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim), dan dalam riwayat lain: “Carilah pada malam-malam ganjil” (HR. Bukhari). Dari sini, sebagian ulama berpendapat malam ke-27 paling kuat kemungkinannya, karena ada atsar sahabat yang bersumpah tentang hal itu dan karena banyak kejadian yang bertepatan di malam tersebut. Namun dalil-dalil yang sahih tidak menetapkan secara pasti satu malam tertentu.

Di sisi lain, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang penentuan Lailatul Qadar. Sebagian berpendapat ia berpindah-pindah setiap tahun di antara malam-malam ganjil sepuluh terakhir, berdasarkan keumuman hadits Nabi ﷺ dan hikmah agar kaum muslimin bersungguh-sungguh di seluruh malam tersebut. Sebagian lain mengatakan kemungkinan besarnya pada malam tertentu seperti malam ke-27, namun tidak memastikan secara mutlak. Karena itu, yang paling selamat adalah menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan ibadah, sebagaimana Nabi ﷺ melakukannya: “Apabila masuk sepuluh malam terakhir, beliau menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan cara ini, seorang hamba tidak akan luput dari keutamaan Lailatul Qadar, kapan pun ia terjadi. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *