DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Cara Mengetahui Telah Mendapatkan Lailatul Qadar

Soal 304: Cara Mengetahui Telah Mendapatkan Lailatul Qadar

Pertanyaan

Assalamu’alaikum ustadz, bagaimana cara mengetahui jika kita mendapatkan malam lailatul qadar, apakh ada indikator indikator untuk mengetahui bahwa kita sdh mndapatkan malam lailatul qadr?

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Pertama, perlu dipahami bahwa tidak ada dalil sahih yang menyatakan seseorang bisa memastikan secara pasti pada malam itu juga bahwa ia telah mendapatkan Lailatul Qadar. Ulama menjelaskan bahwa seseorang bisa saja mendapatkan keutamaannya meskipun ia tidak mengetahui secara yakin malam tersebut. Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa ukuran mendapatkan Lailatul Qadar adalah ibadah dan keikhlasan, bukan mengetahui tandanya secara pasti. Carilah dengan ibadah bersungguh-sungguh, dan tidak perlu cari tanda-tandanya.

Kedua, meskipun terdapat beberapa tanda yang disebutkan dalam hadis sahih, namun tanda tersebut diketahui setelah malam itu berlalu. Di antaranya adalah terbitnya matahari pada pagi harinya dalam keadaan putih dan tidak menyilaukan. Ubay bin Ka‘ab radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Tanda Lailatul Qadar adalah matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih, tidak memiliki sinar yang menyilaukan” (HR. Muslim). Tanda ini bukan untuk memastikan sebelum beramal, tetapi sebagai penguat setelahnya bagi orang yang telah bersungguh-sungguh beribadah.

Ketiga, sebagian ulama menyebutkan adanya tanda batin berupa ketenangan hati, kelapangan dada, dan semangat beribadah yang kuat pada malam tersebut. Hal ini selaras dengan firman Allah Ta‘ala: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan, sejahteralah malam itu sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadr: 4–5). Namun tanda-tanda batin ini bersifat pribadi dan tidak bisa dijadikan patokan pasti. Karena itu, yang paling selamat adalah bersungguh-sungguh beribadah di seluruh sepuluh malam terakhir, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *