DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Penjelasan tentang Keyakinan Arwah Tinggal di Rumah Selama 40 Hari

Soal 57: Penjelasan tentang Keyakinan Arwah Tinggal di Rumah Selama 40 Hari

Pertanyaan

Melanjutkan pertanyaan Ustad. Marak di kalangan masyarakat awam kita, kalau orang meninggal itu kantanya masih ada arwahnya di dalam rumah selama 40 hari, Mohon penjelasannya ustad 🙏

Jawaban

Keyakinan bahwa arwah orang yang meninggal tetap berada di rumah selama 40 hari tidak memiliki dasar dalam Al‑Qur’an maupun Sunnah. Setelah seseorang meninggal, rohnya langsung berpindah ke alam barzakh sebagaimana firman Allah dalam Surah Al‑Mu’minun ayat 99–100: “Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.” Ini menunjukkan bahwa roh tidak kembali ke rumah atau berdiam di tempat tertentu setelah kematian. Dalam hadis sahih riwayat Al‑Bukhari juga dijelaskan bahwa ruh didatangi malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanya di alam kubur segera setelah penguburan, bukan setelah 40 hari.

Adapun syubhat yang sering diangkat mengenai atsar Ubaid bin ‘Umair yang mengatakan bahwa mukmin diuji tujuh hari dan munafik empat puluh hari, perlu dipahami bahwa riwayat tersebut bukan hadis Nabi ﷺ, tetapi perkataan seorang tabi’in. Para ulama ahli hadis juga menyebut sanad riwayat ini berputar pada Ibnu Juraij, dan ia dikenal melakukan tadlis riwayat, sehingga perlu kehati‑hatian. Karena itu tidak boleh dijadikan dasar akidah tentang keadaan ruh setelah mati. Selain itu, riwayat ini berbicara tentang durasi fitnah kubur, bukan tentang keberadaan roh di rumah selama 40 hari.

Demikian pula atsar Thawus yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim tentang mayit yang diuji selama tujuh hari sehingga sebagian salaf menyukai memberi makanan pada hari-hari itu. Riwayat ini menunjukkan kebiasaan sedekah, bukan ritual peringatan ke‑7 atau ke‑40, dan tidak menunjukkan bahwa ruh masih berada di sekitar keluarga selama masa tersebut.

Anggapan adanya masa “40 hari” justru lebih dekat kepada tradisi budaya, bukan ajaran Islam. Beberapa ulama menjelaskan bahwa keyakinan seperti ini serupa dengan sebagian kepercayaan umat Hindu yang menyatakan bahwa roh tetap berada di sekitar keluarga selama sekitar 12–40 hari sebelum menuju alam lain. Tradisi keagamaan dan budaya seperti ini hidup di banyak kawasan dan akhirnya diadopsi sebagian masyarakat Muslim tanpa dasar syar’i.

Yang dianjurkan bagi keluarga hanyalah memperbanyak doa, sedekah, dan memohonkan ampunan bagi yang wafat, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Apabila manusia meninggal, terputus amalnya kecuali dari tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim). Barakallahufikum. Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *