DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Taubat Berulang atas Dosa yang Sama: Apakah Munafik dan Tidak Diampuni?

Soal 194: Taubat Berulang atas Dosa yang Sama: Apakah Munafik dan Tidak Diampuni?

Pertanyaan

Assalamu’alaikum ustadz, jika ada orang yang berbuat maksiat terus dia bertaubat berjanji tdk akan mengulanginya lagi, kmudian suatu waktu berbuat maksiat dngn dosa yang sama lagii trus bertaubat lagi, bgitu strusnya . Apakah orang sperti itu tglong orang munafik dan dosa nya tdk akan diampuni ?

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Orang yang berbuat maksiat, kemudian bertaubat dengan sungguh-sungguh, lalu suatu waktu terjatuh lagi pada dosa yang sama dan bertaubat kembali, tidak otomatis menjadi orang munafik dan tidak pula tertutup pintu ampunan baginya. Selama setiap taubat dilakukan dengan syarat-syarat taubat yang benar: menyesal, berhenti dari dosa saat itu, dan bertekad tidak mengulanginya, maka taubatnya sah, meskipun di kemudian hari ia tergelincir lagi. Nabi ﷺ bersabda tentang seorang hamba yang berbuat dosa lalu bertaubat, kemudian mengulanginya lagi: “Allah berfirman: hamba-Ku telah melakukan dosa lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini menunjukkan bahwa selama hamba itu terus kembali kepada Allah dengan jujur, maka ampunan Allah tetap terbuka.

Orang seperti ini juga tidak disebut munafik. Munafik adalah orang yang menampakkan kebaikan dan menyembunyikan kekafiran atau membenci ketaatan, sedangkan orang yang terus bertaubat justru menunjukkan bahwa imannya masih hidup, meskipun lemah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap anak Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang banyak bertaubat” (HR. Tirmidzi). Mengulangi dosa bukan tanda kemunafikan, tetapi tanda adanya kelemahan jiwa dan kuatnya hawa nafsu, selama ia tidak meremehkan dosa dan tidak merasa aman dari murka Allah.

Namun yang perlu diwaspadai adalah bertaubat sambil berniat di dalam hati untuk mengulangi dosa tersebut, atau merasa enteng dengan maksiat karena yakin akan selalu diampuni. Ini yang berbahaya. Para ulama menjelaskan bahwa tekad untuk tidak mengulangi dosa harus jujur pada saat taubat, meskipun di masa depan ternyata gagal. Allah berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya” (QS. Az-Zumar: 53). Kewajiban seorang muslim adalah terus bertaubat, terus berjuang melawan dosa, dan tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena pintu taubat baru tertutup ketika nyawa telah sampai di tenggorokan. Wallahu a’lam. Barakallahu fikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *