Patokan Waktu Imsak dan Adzan Subuh Saat Berbeda Antar Masjid
Soal 195: Patokan Waktu Imsak dan Adzan Subuh Saat Berbeda Antar Masjid
Pertanyaan
Bismillah
Afwan Ustadz 🙏
Izin bertanya, jika waktu imsak saat berpuasa adalah pada saat adzan subuh di kumandangkan maka apakah lebih utama menjadikan patokan waktu imsak masjid yg pelaksanaan ibadahnya sesuai tuntutan syariah meskipun waktu adzan subuh nya lebih akhir dibanding dgn waktu adzan subuh di masjid yg pelaksanaan ibadahnya masih mengamalkan perbuatan bid’ah yg mana waktu adzan nya itu lebih awal duluan berkumandang
Syukran wa jazaakhallah khayr atas jawabannya Ustadz 🤲
Jawaban
Patokan masuknya waktu puasa dan berakhirnya makan sahur adalah terbitnya fajar shadiq, yaitu saat masuk waktu Subuh, sebagaimana firman Allah: “Makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” (QS. Al-Baqarah: 187). Yang menjadi acuan bukan cepat atau lambatnya adzan suatu masjid, tetapi apakah adzan tersebut benar-benar sesuai dengan masuknya waktu Subuh yang hakiki menurut perhitungan dan pengamatan fajar shadiq.
Jika terdapat perbedaan waktu adzan Subuh antar masjid, maka yang lebih utama dijadikan patokan adalah waktu yang paling mendekati kebenaran masuknya fajar shadiq, bukan semata-mata karena masjid tersebut dinilai lebih lurus dalam praktik ibadah atau sebaliknya. Namun jika seseorang mengetahui atau memiliki keyakinan kuat bahwa suatu masjid mengumandangkan adzan Subuh sebelum waktunya masuk (fajar belum terbit), maka tidak boleh menjadikan adzan tersebut sebagai patokan imsak. Kaidah fiqh menyebutkan: “Ibadah yang terikat waktu tidak sah jika dikerjakan sebelum masuk waktunya.” Karena itu, kehati-hatian dalam masalah sahur dan puasa sangat dianjurkan.
Adapun keberadaan bid’ah dalam sebagian amalan suatu masjid tidak otomatis menjadikan seluruh ibadahnya tertolak atau waktu adzannya salah. Yang dinilai dalam masalah puasa adalah ketepatan waktu Subuh, bukan keadaan umum pengurus masjid tersebut. Jika adzan Subuh yang lebih akhir itu lebih sesuai dengan fajar shadiq berdasarkan jadwal resmi yang mu’tabar atau pengamatan yang benar, maka itu lebih utama dijadikan patokan, karena Nabi ﷺ bersabda: “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu” (HR. Tirmidzi).
Alhamdulillah, Dewan Syariah Wahdah Islamiyah memiliki aplikasi jadwal waktu shalat yang dapat dipercaya karena telah melalui penelitian dan verifikasi. Aplikasinya dapat diunduh, atau bisa juga mengunjungi situs berikut: salat.dewansyariah.com. Untuk pertanyaan yang hampir sama bisa merujuk kembali ke nomor soal jawab 53. Wallahu a’lam. Barakallahu fikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
