Posisi Makmum Satu Orang Bersama Imam dalam Shalat
Soal 92: Posisi Makmum Satu Orang Bersama Imam dalam Shalat
Pertanyaan
Assalamu’alaikum, afwan ustadz mana posisi shaf bagi makmum yang lebih afdhal… Apakah sejajar dengan imam atau ke kanan sedikit dari imam… ?
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Jika makmum hanya satu orang bersama imam (imam dan satu makmum laki-laki), maka posisi shaf yang lebih afdhal adalah makmum berdiri di sebelah kanan imam dan sejajar dengannya, tidak di belakang dan tidak maju melebihi imam. Sejajar yang dimaksud adalah sejajar badan atau tumit, karena pada hakikatnya imam dan satu makmum itu membentuk satu shaf. Tidak ada tuntunan yang sahih yang menunjukkan bahwa makmum dianjurkan mundur sedikit ke belakang imam; justru yang ditunjukkan oleh sunnah adalah berdiri sejajar di sisi kanan.
Dalilnya untuk sejajar adalah hadis Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma ketika beliau shalat malam bersama Nabi ﷺ. Ibnu ‘Abbas berkata: “Aku berdiri di sebelah kiri Nabi ﷺ, lalu beliau memindahkanku ke sebelah kanan beliau.” (Muttafaqun ‘Alaihi) Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ menjadikan Ibnu ‘Abbas sejajar dengan beliau, dan ketika Ibnu ‘Abbas mundur karena sungkan, Nabi ﷺ menegurnya. (HR. Ahmad) Ini menunjukkan bahwa posisi yang dituntunkan bukan di belakang imam, tetapi sejajar di sisi kanan.
Adapun pendapat yang mengatakan makmum satu berdiri agak ke belakang memang disebutkan oleh sebagian ulama, namun dalil-dalil yang sahih lebih menunjukkan bahwa yang lebih kuat dan lebih sesuai sunnah adalah sejajar dengan imam. Karena itu, maka posisi paling afdhal adalah makmum di sebelah kanan imam dan sejajar dengannya. Jika ada kebutuhan tertentu seperti uzur atau kondisi tempat, maka tetap di kanan imam semampunya, namun asal tuntunan tetap sejajar, bukan mundur ke belakang. Barakallahufikum. Wallahu a’lam
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
