Mencari Lailatul Qadr Bukan Hanya di Malam Ganjil, Namun Seluruh 10 Malam Terakhir.
Soal 242: Mencari Lailatul Qadr Bukan Hanya di Malam Ganjil, Namun Seluruh 10 Malam Terakhir.
Pertanyaan
Bagaimana cara memahami perintah mencari Lailatul Qadr pada malam ganjil, sementara terdapat hadis lain yang menyebutkan mecari di malam-malam tersisa?
Jawaban:
Hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa Lailatul Qadr berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir Ramadan” (HR. al-Bukhārī dan Muslim). Dalam beberapa riwayat, Nabi ﷺ juga mengkhususkannya pada malam-malam ganjil. Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī rahimahullah menjelaskan bahwa disembunyikannya Lailatul Qadr adalah agar kaum muslimin bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir, tidak hanya terpaku pada satu malam tertentu (Fatḥ al-Bārī).
Selain riwayat malam ganjil, terdapat hadis lain yang menggunakan redaksi malam-malam tersisa. Rasulullah ﷺ bersabda: “Carilah ia pada sembilan malam tersisa, tujuh malam tersisa, lima malam tersisa…” (HR. al-Bukhārī). Hadis ini menunjukkan cara perhitungan mundur dari akhir Ramadan, bukan sekadar hitungan ganjil-genap berdasarkan awal bulan.
Dari sini ulama menjelaskan bahwa jika Ramadan berjumlah 30 hari, maka “sembilan malam tersisa” adalah malam ke-22, dan jika Ramadan berjumlah 29 hari, maka hitungannya berbeda. Inilah hikmah penggunaan redaksi malam tersisa, agar Lailatul Qadr tetap bisa dicari dengan tepat meskipun terjadi perbedaan jumlah hari Ramadan atau perbedaan penetapan awal bulan. Karena itu, sikap yang paling selamat dan sesuai dengan sunnah adalah menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir dengan ibadah, baik Ramadan berjumlah 29 maupun 30 hari, tanpa membatasi diri hanya pada malam ganjil semata. Wallahu a’lam. Barakallahufikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720
