DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Hukum Wudhu Saat Tadarrus Al-Qur’an

Soal 226: Hukum Wudhu Saat Tadarrus Al-Qur’an

Pertanyaan

Apakah saat tadarrus qt harus dalam keadaan wudhu ust?

Jawaban

Ulama membedakan antara membaca Al-Qur’an dengan mushaf dan membaca Al-Qur’an dari hafalan atau media elektronik:

Pertama, tadarrus (membaca Al-Qur’an) tanpa menyentuh mushaf, baik dari hafalan atau membaca dari layar (HP) menurut pendapat mayoritas ulama tidak disyaratkan harus dalam keadaan wudhu. Seseorang boleh membaca Al-Qur’an meskipun sedang berhadats kecil, karena tidak ada dalil shahih yang melarang membaca Al-Qur’an tanpa wudhu. Namun, tetap dianjurkan dalam keadaan suci karena itu lebih sempurna adabnya terhadap Kalamullah.

Kedua, jika tadarrus dilakukan dengan menyentuh mushaf Al-Qur’an, maka wajib dalam keadaan suci dari hadats kecil (berwudhu). Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala: “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” (QS. Al-Waqi’ah: 79), dan hadits Nabi ﷺ: “Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci” (HR. Malik, dinilai hasan). Karena itu, jika tadarrus menggunakan mushaf fisik, wajib berwudhu terlebih dahulu, atau boleh dengan pengalas.

Kesimpulannya, wudhu bukan syarat sah membaca Al-Qur’an secara mutlak, namun menjadi wajib jika menyentuh mushaf. Meski demikian, membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci lebih utama dan lebih besar pahalanya. Semoga Allah memberi kita taufik untuk memuliakan Al-Qur’an dengan adab yang terbaik. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *