Hukum Tidur Setelah Subuh
Soal 149: Hukum Tidur Setelah Subuh
Pertanyaan
Afwan ustad bagaimana pandangan Ustad, Kita tau bahwa larangan tidur setelah Sholat subuh, bagaimana kalau di Bulan RAMADHAN ini banyak biasanya setelah sholat subuh langsung tidur tanpa membaca Alquran atau minimal Berzikir dulu apakah ada batasan tidur setelah sholat subuh mengingat biasanya cepat bangun krn melaksanakan sholat tahajjud sampai masuk waktu shalat subuh tidak tidur lagi
Jawaban
Tidak ada dalil yang tegas yang melarang tidur setelah sholat Subuh, sehingga hukum asalnya adalah boleh. Anggapan dilarang/ diharamkan/ tidak boleh tidur setelah Subuh tidak tepat, namun mungkin lebih tepat makruh. Waktu pagi adalah waktu yang sangat mulia dan penuh keberkahan, sehingga yang lebih utama adalah memanfaatkannya untuk dzikir, tilawah, ilmu, dan urusan bermanfaat. Nabi ﷺ biasa duduk di tempat sholat setelah Subuh sampai matahari terbit (HR. Muslim), dan beliau berdoa: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Karena keutamaan inilah sebagian salaf memakruhkan tidur pagi bila tanpa kebutuhan, karena khawatir menyia-nyiakan “waktu ganimah” dan keberkahan pagi. Meski begitu, mereka juga menyebut adanya keadaan yang dibolehkan (tidak makruh) jika seseorang tidur untuk menguatkan badan agar mampu bekerja dan beribadah siangnya, maka tidak mengapa.
Di bulan Ramadan, banyak orang lelah karena qiyamul lail lalu sahur hingga masuk Subuh tanpa tidur. Dalam kondisi seperti ini, tidur setelah Subuh boleh dan termasuk mengambil sebab agar kuat puasa dan aktivitas siang. Tidak ada batasan menit/jam tertentu, ukurannya adalah dampak, jangan sampai tidur membuat lalai dari kewajiban apapun, termasuk mencari nafkah. Usahakan tetap minimal dzikir singkat, tilawah sebentar dulu, lalu tidur; jika mampu menahan kantuk, tidur setelah syuruq lebih utama. Barakallahufikum. Wallahu a’lam
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
