Hukum Puasa Niat untuk Orang yang Meninggal
Soal 382: Hukum Puasa Niat untuk Orang yang Meninggal
Pertanyaan
Assalamualaikum ustadz
Pertanyaan tiba tiba terbenak didalam pikiran ku
Apa hukum perpuasa tapi niat untuk orang meninggal apakah ada dalilnya ?
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Dalam fiqih Islam, terdapat dalil sahih yang menjelaskan bahwa ahli waris boleh berpuasa menggantikan puasa orang yang telah meninggal apabila si mayit memiliki utang puasa wajib, seperti puasa nazar atau puasa Ramadhan yang ditinggalkan dan belum sempat diganti. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa meninggal dan masih memiliki tanggungan puasa, maka hendaklah walinya berpuasa untuknya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, sebagian ulama membolehkan ahli waris melaksanakan qadha tersebut. Namun sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa utang puasa mayit cukup ditebus dengan fidyah, bukan diganti dengan puasa.
Adapun puasa yang dilakukan bukan sebagai qadha, tetapi diniatkan untuk “menghadiahkan pahala” kepada orang yang meninggal, maka para ulama juga berbeda pendapat. Sebagian membolehkan karena pahala amalannya seperti sedekah atas namanya, bisa dihadiahkan kepada mayit, sementara sebagian lain tidak membolehkannya karena puasa adalah ibadah yang sangat personal dan tidak ada dalil yang secara jelas membolehkannya selain dalam konteks qadha.
Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa qadha puasa mayit diperbolehkan sebagaimana disebutkan dalam hadis, sedangkan menghadiahkan pahala puasa sunnah kepada mayit merupakan masalah khilaf. Jika seseorang ingin melakukannya, boleh mengikuti pendapat yang membolehkan, dan jika ingin berhati-hati maka cukup dengan amalan yang dalilnya jelas seperti bersedekah atas nama mayit, mendoakannya, mengajarkan ilmunya, atau melakukan badal haji dan umrah untuknya. Wallahu a’lam. Barakallahufikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720
