Hukum Nonton Dracin dan Sejenisnya
Soal 9: Hukum Nonton Dracin dan Sejenisnya
📌 Pertanyaan
Bagaimana hukum orang yang menonton dracin, drakor, dan draturk? Konten tersebut sering muncul di Facebook.
📖 Jawaban
Hendaknya drama Cina, Korea, Turki, dan tontonan sejenis yang sering bermunculan di beranda tidak dihiraukan, bahkan langsung ditutup (close), pilih “tidak tertarik”, dan bila perlu laporkan sebagai spam. Hal ini karena kebanyakan—bahkan hampir seluruh—tayangan tersebut menyita waktu, melalaikan hati, serta perlahan mengikis kepekaan iman tanpa disadari.
Apa yang awalnya sekadar hiburan, menampilkan aurat dan adegan tidak pantas, bisa berujung pada ketagihan, membuka pintu khayalan berlebihan, serta menumbuhkan standar hidup, cinta, dan kebahagiaan yang jauh dari nilai Islam.
Di sisi lain, begitu banyak fawāid Islamiyah yang justru terluput jika beranda dipenuhi hal-hal semacam itu. Berapa banyak ayat Al-Qur’an, hadis Rasulullah ﷺ, nasihat ulama, kajian ilmiah, atau potongan ilmu yang seharusnya sampai ke hati namun tertutup oleh konten sia-sia bahkan maksiat. Padahal satu faedah ilmu bisa menjadi sebab bertambahnya iman, lurusnya amal, dan perubahan besar dalam hidup. Sementara beberapa menit—bahkan berjam-jam—tenggelam dalam tontonan melalaikan sering kali hanya meninggalkan penyesalan.
Karena itu, membersihkan beranda adalah bagian dari menjaga hati dan waktu. Pilihlah konten yang mendekatkan kepada Allah ﷻ, menumbuhkan semangat ibadah, dan memperbaiki akhlak. Apa yang sering kita lihat akan membentuk apa yang sering kita pikirkan, dan apa yang sering kita pikirkan akan menentukan arah hidup kita. Maka, bijaklah memilih apa yang kita biarkan singgah di mata dan hati.
Lebih-lebih menjelang Ramadan—terlebih lagi saat berada di bulan suci itu sendiri—menjaga beranda dan tontonan menjadi semakin urgen. Ramadan adalah bulan penyucian hati, penguatan iman, dan pelipatgandaan pahala. Sangat disayangkan jika waktu-waktu mulia yang seharusnya dipenuhi tilawah Al-Qur’an, zikir, doa, dan tadabbur justru habis untuk tontonan yang melalaikan dan mengeraskan hati.
Apa yang kita biasakan sebelum Ramadan akan terbawa saat Ramadan, dan apa yang kita pelihara di bulan suci akan membekas setelahnya. Siapa yang memuliakan Ramadan dengan menjaga pandangan, waktu, dan hatinya, maka Allah akan memuliakannya dengan keberkahan, ketenangan, dan manisnya ibadah. Barakallahu fikum.
Wallahu a’lam.
Dijawab oleh:
Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
binbaz.org.sa
islamweb.com/ar
