DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Hukum Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan “Karena Allah”

Soal 105: Hukum Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan “Karena Allah”

Pertanyaan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Afwan ustadz mau bertanya katanya TDK boleh niat puasa Ramadhan dan mengatakan niat karena Allah

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Niat puasa Ramadhan adalah syarat sah puasa, dan tempat niat yang benar adalah di dalam hati, bukan pada lisan. Yang dimaksud niat adalah tekad dan kesadaran seseorang bahwa esok hari ia akan berpuasa Ramadhan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan kewajiban niat sebelum terbit fajar untuk puasa wajib, namun tidak menunjukkan kewajiban melafalkannya dengan ucapan tertentu.

Adapun anggapan bahwa “tidak boleh mengatakan niat puasa karena Allah” adalah anggapan yang keliru. Semua ibadah pada hakikatnya memang harus diniatkan karena Allah, sebagaimana kaidah umum dalam hadis: “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Mengatakan “karena Allah” tidak menyalahi syariat, karena itu hanyalah penegasan makna ikhlas, bukan menambah rukun ibadah yang baru. Namun perlu dipahami bahwa ucapan tersebut bukan syarat sah puasa.

Yang perlu diluruskan adalah keyakinan sebagian orang bahwa niat harus diucapkan dengan lafaz tertentu agar puasa sah. Ini tidak benar, karena Nabi ﷺ dan para sahabat tidak pernah mencontohkan melafalkan niat puasa dengan suara atau bacaan khusus. Selama seseorang bangun sahur, atau sudah mengetahui bahwa esok hari adalah Ramadhan dan ia bertekad untuk berpuasa, maka itu sudah termasuk niat yang sah di sisi syariat. Yang terpenting adalah adanya niat di hati dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata. Barakallahufikum. Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *