Sikap Saat Mendapat Komentar tentang Hijrah dan Perubahan Diri
Soal 193: Sikap Saat Mendapat Komentar tentang Hijrah dan Perubahan Diri
Pertanyaan
Assalamualaikum tabe ustadz dih pertanyaan sya apa harus kita lakukan saat ada komentar seseorang tentang hijrah atau berubah diri jadi lebih baik?
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Saat seseorang berhijrah atau berusaha berubah menjadi lebih baik, lalu mendapat komentar dari orang lain, maka sikap utama yang dianjurkan adalah bersabar dan meluruskan niat hanya karena Allah. Hijrah adalah urusan antara hamba dan Rabb-nya, bukan untuk dinilai manusia. Allah berfirman: “Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” (QS. Al-An’am: 162). Jika komentar tersebut berupa ejekan atau meremehkan, maka cukup dihadapi dengan kesabaran dan tidak perlu dibalas, karena Nabi ﷺ bersabda: “Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apabila komentar itu berupa nasihat atau kritik, maka seorang muslim dianjurkan untuk menimbangnya dengan ilmu dan hikmah. Jika benar, maka diterima sebagai kebaikan; jika keliru, maka ditinggalkan tanpa harus memicu perdebatan. Ulama menjelaskan bahwa menerima kebenaran adalah tanda keikhlasan. Allah berfirman: “Maka berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman” (QS. Adz-Dzariyat: 55). Tidak semua komentar harus dijawab, dan tidak semua penilaian manusia perlu dijadikan beban dalam perjalanan hijrah.
Yang terpenting, orang yang berhijrah hendaknya fokus menjaga istiqamah dan memperbaiki diri secara bertahap. Nabi ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus walaupun sedikit” (HR. Bukhari dan Muslim). Hijrah bukan untuk menjadi sempurna dalam waktu singkat, tetapi untuk terus melangkah ke arah yang diridhai Allah. Ketika ada komentar manusia, jadikan itu sebagai ujian keikhlasan, bukan penghalang untuk terus mendekat kepada Allah. Wallahu a’lam. Barakallahu fikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
