Hikmah Ujian bagi Orang yang Hijrah dan Kelapangan bagi Pelaku Maksiat
Soal 209: Hikmah Ujian bagi Orang yang Hijrah dan Kelapangan bagi Pelaku Maksiat
Pertanyaan
Assalamualaikum tabe ustadz mengapa allah memberi cobaan atau ujian padahal seseorang sedang belajar hijrah untuk jadi lebih baik dari sebelumnya sementara orang yang melakukan maksiat tanpa taubat tapi hidupnya mudah tanpa memberi ujian atau cobaan?
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Pertama, ujian yang Allah berikan kepada hamba yang sedang hijrah dan berusaha taat bukanlah tanda kebencian, tetapi justru tanda kebaikan dan kasih sayang-Nya. Allah menjadikan ujian sebagai sarana untuk membersihkan dosa, menguatkan iman, dan mengangkat derajat. Allah berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan: ‘Kami beriman’, sedangkan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut: 2). Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia akan menguji mereka” (HR. Tirmidzi). Orang yang sedang hijrah diuji agar imannya terbukti jujur dan agar ia semakin dekat kepada Allah.
Kedua, kemudahan hidup yang secara tampak pada orang yang terus bermaksiat tanpa taubat bukan berarti Allah ridha kepadanya, tetapi bisa jadi itu adalah istidraj, yaitu Allah membiarkan dan melapangkan dunia agar ia semakin lalai, lalu diambil dengan azab tiba-tiba yang lebih berat. Nabi ﷺ bersabda, “Jika kamu melihat Allah memberi seorang hamba dari dunia apa yang ia sukai padahal ia terus bermaksiat, maka itu hanyalah istidraj,” kemudian beliau membaca firman Allah, “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka, hingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan, Kami siksa mereka secara tiba-tiba” (QS. Al-An‘am: 44) (HR. Ahmad). Jadi, kelapangan dunia bukan ukuran keselamatan di sisi Allah.
Ketiga, seorang mukmin hendaknya tidak membandingkan dirinya dengan pelaku maksiat, tetapi melihat ujian sebagai tanda perhatian Allah agar ia selamat di akhirat. Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah hapuskan dosa-dosanya dengan sebab itu” (HR. Muslim). Bahkan Nabi ﷺ juga bersabda, “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah timpakan musibah kepadanya” (HR. Bukhari). Ujian bagi orang yang hijrah adalah jalan penyucian dan kemuliaan, sedangkan kelapangan bagi pelaku maksiat bisa jadi penundaan hukuman yang lebih berat di akhirat. Wallahu A’lam. Barakallahu fikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
