DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Nasehat bagi Orang yang Berutang dan Hendak Berutang

Soal 210: Nasehat bagi Orang yang Berutang dan Hendak Berutang

Pertanyaan

Apa nasehat Islam bagi orang yang berutang dan bagi orang yang hendak berutang agar selamat di dunia dan akhirat?

Jawaban

Utang memiliki ancaman yang sangat berat dalam Islam, sampai-sampai Rasulullah ﷺ memperingatkan bahwa urusan utang tidak gugur hanya dengan kematian. Beliau bersabda, “Jiwa seorang mukmin tergantung dengan utangnya sampai utang itu dilunasi.” (HR. at-Tirmidzi). Dalam riwayat lain disebutkan bahwa seluruh dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa utang adalah hak manusia yang tidak bisa disepelekan, dan akan tetap dituntut meski seseorang memiliki keutamaan amal yang besar.

Ancaman lain yang sangat keras adalah bahwa utang dapat menghalangi seseorang dari kemuliaan di akhirat. Rasulullah ﷺ pernah didatangkan jenazah seseorang, lalu beliau bertanya apakah ia memiliki utang. Ketika dijawab “ya”, beliau tidak mau menyalatinya sampai ada sahabat yang menanggung utangnya (HR. al-Bukhari dan Muslim). Sikap Nabi ﷺ ini adalah peringatan tegas bahwa utang bukan perkara ringan, dan meremehkannya adalah tanda bahaya bagi keselamatan agama seseorang.

Selain itu, orang yang berutang lalu menunda pembayaran padahal mampu, diancam dengan dosa kezaliman. Rasulullah ﷺ bersabda, “Menunda pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Penundaan ini bukan sekadar kesalahan sosial, tetapi kezaliman yang akan dihisab, karena mengambil hak orang lain tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Karena itu, nasehat bagi orang yang berutang adalah wajib berniat jujur untuk melunasi dan berusaha maksimal membayarnya, serta tidak berutang kecuali karena kebutuhan mendesak. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengambil harta manusia dengan niat ingin membayarnya, Allah akan menunaikannya untuknya; dan barangsiapa mengambilnya dengan niat merusaknya, Allah akan membinasakannya.” (HR. al-Bukhari). Utang harus diiringi rasa takut kepada Allah, kehati-hatian, dan kesungguhan melunasi, karena keselamatan dunia dan akhirat sangat bergantung pada sikap seorang muslim terhadap utang. Wallahu A’lam. Barakallahu fikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *