DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadhan bagi Wanita yang Sedang Haid

Soal 260: Ibadah 10 Hari Terakhir Ramadhan bagi Wanita yang Sedang Haid

Pertanyaan

afwan ustdz ijin bertanya, bagaimana ibadah di 10terakhir Ramadhan utk wanita yg datang bulan (haid)

Jawaban

Wanita yang mengalami haid di sepuluh hari terakhir Ramadhan tidak berada dalam keadaan kurang ibadah dan tidak terhalang dari rahmat Allah Ta’ala. Haid adalah ketetapan Allah, dan meninggalkan ibadah yang dilarang saat haid justru termasuk ketaatan. Di antara ibadah yang tidak boleh dilakukan adalah shalat, puasa, thawaf, dan i’tikaf di masjid. Hal ini ditegaskan dalam hadits bunda Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau berkata, “Kami mengalami haid pada masa Rasulullah ﷺ, lalu kami diperintahkan mengqadha puasa dan tidak diperintahkan mengqadha shalat” (HR. Bukhari dan Muslim), yang menunjukkan bahwa larangan tersebut adalah syariat, bukan penghalang pahala.

Meski demikian, pintu ibadah tetap terbuka luas. Wanita haid sangat dianjurkan memperbanyak dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil, istighfar, dan shalawat, karena dzikir tidak disyaratkan dalam keadaan suci. Nabi ﷺ bersabda, “Rasulullah biasa berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaannya” (HR. Muslim). Doa juga menjadi ibadah utama di sepuluh malam terakhir, khususnya doa yang diajarkan Nabi ﷺ ketika ditanya tentang Lailatul Qadar, “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku” (HR. Tirmidzi). Dengan doa dan dzikir, seorang wanita tetap dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar karena inti malam tersebut adalah iman, harapan pahala, dan ketundukan hati kepada Allah.

Selain itu, wanita haid boleh membaca Al-Qur’an melalui media digital seperti ponsel atau membaca mushaf dengan pengalas, serta mendengarkan bacaan Al-Qur’an, merenungi maknanya, dan membaca terjemah serta tafsirnya. Aktivitas ini termasuk ibadah ilmu dan ibadah hati yang besar pahalanya. Amalan lain yang sangat dianjurkan adalah sedekah dan amal sosial, seperti memberi makan sahur dan berbuka, membantu fakir miskin, mengurus keluarga, dan melayani suami dengan niat karena Allah, karena Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, wanita haid tetap dapat menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah yang banyak dan berpahala besar di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *