Doa Buka Puasa yang Sahih dan Dianjurkan
Soal 134: Doa Buka Puasa yang Sahih dan Dianjurkan
Pertanyaan
Assalamu’alaikum
Mana doa buka puasa yang baik dan benar menurut jumhur ulama
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Doa berbuka puasa yang masyhur dari Nabi ﷺ adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud). Hadis ini dipakai oleh banyak ulama dalam bab adab berbuka; sebagian ulama menilainya baik (hasan), meski ada yang membahas kelemahan pada sanadnya, maknanya benar: berisi syukur atas nikmat berbuka dan harapan pahala puasa diterima, dan dibaca ketika berbuka atau setelah meneguk/makan pertama.
Selain itu, waktu berbuka termasuk waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa, karena doa orang yang berpuasa memiliki keutamaan. Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً لَا تُرَدُّ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah). Ini sejalan dengan firman Allah Ta‘ala: “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186). Ayat ini memang berada di rangkaian ayat puasa, sehingga menjadi dorongan kuat untuk banyak berdoa selama Ramadan, terutama saat sedang berpuasa sepanjang hari, menjelang berbuka dan saat berbuka.
Adapun doa yang sering dibaca:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka,” maka doa ini dikenal dalam sebagian riwayat, namun ulama menyebutkan sanadnya diperselisihkan; karena itu, doa pertama lebih utama untuk didahulukan. Setelah itu, boleh menambahkan doa apa pun yang baik dan dibutuhkan, termasuk doa ini karena masuk dalam bab doa yang tidak terlalu ketat ulama dalam hal ini, maka berdoa dengan hati ikhlas dan penuh harap agar puasa dan amal diterima, termasuk berdoa untuk agama, keluarga, rezeki, dan ampunan, serta apa saja yang dibutuhkan karena jelas waktu mustajab. Barakallahufikum. Wallahu a’lam
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
