Puncak Kehinaan dan Terputusnya Harapan Penghuni Neraka dalam Al-Qur’an
Soal 156: Puncak Kehinaan dan Terputusnya Harapan Penghuni Neraka dalam Al-Qur’an
Pertanyaan
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ اخْسَئُـوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
qoolakhsa-uu fiihaa wa laa tukallimuun
“Dia (Allah) berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.””
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 108).
Pertanyaan saya apa maksud ayat ini ustadz tabe ustadz dih assalamualaikum
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Ayat ini adalah ucapan Allah kepada penghuni neraka dari golongan orang-orang kafir setelah mereka meminta agar dikeluarkan dan diberi kesempatan kembali beramal saleh. Maknanya, Allah menghinakan mereka dan memutus harapan mereka sepenuhnya, karena masa ujian telah selesai dan keputusan azab telah ditetapkan. Kalimat “tinggallah dengan hina di dalamnya” menunjukkan kehinaan yang sempurna dan azab yang terus-menerus, sedangkan “janganlah kamu berbicara dengan Aku” bermakna terputusnya rahmat, penolakan doa, serta tidak diterimanya permohonan apa pun dari mereka. Ini adalah hukuman yang sangat berat setelah mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan memperolok orang-orang beriman, sebagaimana konteks ayat-ayat sebelumnya (QS. Al-Mu’minun: 105–108).
Uama menjelaskan bahwa larangan berbicara ini bukan sekadar larangan ucapan lisan, tetapi penolakan total terhadap permintaan, harapan, dan segala bentuk permohonan di akhirat. Setelah ayat ini, tidak ada lagi dialog yang memberi manfaat bagi penghuni neraka, karena yang tersisa hanyalah balasan. Ayat ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi manusia selama di dunia agar tidak meremehkan dosa dan tidak menunda taubat, sebab di dunia pintu taubat masih terbuka, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan” (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Ayat ini menegaskan perbedaan besar antara kehidupan dunia yang penuh kesempatan dan akhirat yang hanya berisi balasan bagi orang membangkang. Barakallahufikum. Wallahu a’lam
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
