Kedudukan Kisah Nabi ﷺ dan Pengemis Yahudi Buta
Soal 388: Kedudukan Kisah Nabi ﷺ dan Pengemis Yahudi Buta
Pertanyaan
Afwan ustadz…apa pernyataan ini betul Ustadz? Kisah Nabi ﷺ dengan Pengemis yahudi yang buta
Jawaban
Kisah tentang seorang pengemis Yahudi buta di sudut pasar yang selalu menghina Nabi Muhammad ﷺ hingga sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu melanjutkannya, namun beliau tetap menyuapinya dengan lembut setiap hari, dapat dipastikan tidak memiliki landasan yang benar. Berdasarkan penelusuran pada berbagai literatur rujukan Islam, kisah tersebut sama sekali tidak ditemukan sanad maupun asal-usulnya dalam kitab-kitab hadis, sirah nabawiyah, maupun catatan sejarah klasik mana pun. Kisah ini dihukumi sebagai cerita fiktif belaka yang diduga kuat dikarang oleh para pencerita pada masa belakangan untuk merangkai narasi dramatis, lalu disandarkan kepada sosok Nabi ﷺ tanpa dasar kebenaran sejarah.
Cerita tanpa sumber ini kemudian menyebar luas di tengah masyarakat melalui lisan, mimbar ceramah, hingga berbagai tulisan karena alur ceritanya yang menyentuh hati dan memuat pesan moral tentang kesabaran. Walaupun terdengar indah, Islam sangat melarang kita untuk menggunakan cerita karangan sekadar untuk memuji akhlak beliau atau menarik simpati pendengar. Ketiadaan sikap kritis dalam meneliti validitas riwayat membuat kisah ini terus direproduksi seolah-olah nyata, padahal akhlak mulia Nabi ﷺ sudah terekam sangat sempurna dalam ribuan riwayat yang terbukti sahih, sehingga kita tidak membutuhkan kisah palsu untuk membuktikan keagungan budi pekerti beliau.
Sikap bermudah-mudahan menyebarkan kisah fiktif dan menyandarkannya kepada Rasulullah ﷺ adalah sebuah pelanggaran yang sangat berat dalam syariat Islam, meskipun dilakukan dengan niat yang baik. Terdapat peringatan keras bagi siapa saja yang menceritakan sesuatu atas nama beliau padahal itu tidak pernah terjadi, sejalan dengan dalil larangan berdusta di mana Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah sama dengan berdusta atas orang lain, barangsiapa yang berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka (HR. Bukhari). Mari kita senantiasa berhati-hati dan mencukupkan diri dengan hadis-hadis yang sudah terbukti kesahihannya. Wallahu a’lam. Barakallahufikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720
