Hukum Membalas Kezaliman dan Dendam dalam Islam: Bolehkah Membakar Rumah Orang Lain?
Soal 198: Hukum Membalas Kezaliman dan Dendam dalam Islam: Bolehkah Membakar Rumah Orang Lain?
Pertanyaan
Maaf jika bertanya lagi ustadz apakah boleh balas keburukan orang lain atau dendam contoh membakar rumah orang sebab ada dendam di hatinya?
Jawaban
Membalas keburukan dengan kezaliman atau dendam seperti membakar rumah orang lain adalah haram dalam Islam. Meskipun seseorang dizalimi, syariat tidak membolehkan balasan dengan cara yang melampaui batas atau merusak, karena itu termasuk kezaliman baru dan kerusakan di muka bumi. Allah berfirman: “Barang siapa membalas kejahatan dengan kejahatan yang setimpal, maka itu dibolehkan, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya di sisi Allah” (QS. Asy-Syura: 40). Membakar rumah sebagai balasan adalah perbuatan fasad (kerusakan) yang dilarang dan tidak termasuk balasan yang dibenarkan.
Islam membolehkan mengambil hak dengan cara yang sah dan adil, bukan dengan dendam pribadi. Prinsipnya adalah tidak boleh membalas kejahatan dengan perbuatan yang haram pada asalnya. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain” (HR. Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni, hasan). Hadis ini menjadi kaidah besar bahwa segala bentuk pembalasan yang menimbulkan bahaya dan kerusakan, seperti pembakaran rumah, adalah terlarang. Boleh dengan menuntut hak melalui jalur hukum atau meminta ganti rugi yang sepadan.
Sikap yang paling utama dalam Islam adalah menahan diri dari dendam dan memilih memaafkan bila mampu, karena itu lebih dekat kepada takwa dan mendatangkan pahala besar. Rasulullah ﷺ tidak pernah membalas untuk kepentingan pribadi, sebagaimana sabdanya: “Beliau tidak pernah membalas dendam untuk dirinya, kecuali jika kehormatan Allah dilanggar” (HR. Bukhari dan Muslim). Membakar rumah orang karena dendam jelas tidak dibenarkan; yang disyariatkan adalah keadilan tanpa melampaui batas, atau kesabaran dan pemaafan yang lebih utama di sisi Allah. Wallahu a’lam. Barakallahu fikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
