DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Agar Ramadan Kita Lebih Semangat

Soal 85: Agar Ramadan Kita Lebih Semangat

Pertanyaan

Assalamualaikum bagaimana agar di bulan ramadhan kita semangat kembali ke jalan allah setelah melakukan dosa lagi

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Ramadan adalah kesempatan besar untuk kembali, meski kita baru saja jatuh lagi dalam dosa. Kuncinya: jangan putus asa, karena Allah membuka pintu taubat selebar-lebarnya. Allah Ta’ala berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53). Taubat yang benar itu dilakukan dengan segera berhenti dari dosa, menyesal, bertekad kuat tidak mengulangi, dan bila terkait hak manusia maka wajib mengembalikan hak/ meminta maaf.

Agar semangat kembali ke jalan Allah di Ramadan, kuatkan pondasinya dengan menjaga yang wajib terlebih dahulu (terutama shalat tepat waktu; untuk laki-laki juga menjaga shalat berjamaah), lalu isi hari dengan amal yang menarik hati kepada Allah: tilawah Al-Qur’an, dzikir, istighfar, sedekah, dan menjauhi pintu-pintu dosa (lingkungan, konten, kebiasaan, teman, waktu kosong). Allah mengajarkan bahwa kebaikan menghapus keburukan: “Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang dan pada bagian permulaan malam; sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghapus keburukan-keburukan.” (QS. Hud: 114). Dan Nabi ﷺ sendiri banyak beristighfar: “Aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari).

Kalau terlanjur terpeleset lagi, jangan tunggu “nanti malam” atau “nanti selesai Ramadan”: langsung taubat saat itu juga, perbanyak istighfar, dan ganti dengan amal shalih yang nyata; lalu buat pagar agar tidak balik ke lubang yang sama (putus sebab, blokir pemicu, sibukkan waktu, dan cari teman shalih yang menguatkan). Allah berfirman, “Bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang beriman agar kalian beruntung.” (QS. An-Nur: 31), dan “Wahai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang tulus.” (QS. At-Tahrim: 8). Fokus kita bukan “tidak pernah jatuh”, tapi “setiap jatuh langsung bangkit”, dan jadikan Ramadan sebagai titik balik untuk terus istiqamah setelahnya, bukan sekadar musiman. Barakallahufikum. Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *