Pahala Staf Travel dalam Pelayanan Jamaah Haji dan Umrah
Soal 278: Pahala Staf Travel dalam Pelayanan Jamaah Haji dan Umrah
Pertanyaan
Apakah pekerja staf travel yang berada di Indonesia juga mendapatkan pahala dalam pengurusan jamaah dari berangkat ke tanah suci sampai pulang kembali ke kampung?
Jawaban
Pekerja staf travel yang berada di Indonesia tetap berpeluang mendapatkan pahala besar dalam pengurusan jamaah haji atau umrah sejak masa persiapan, keberangkatan, hingga kepulangan, selama ia meniatkan pekerjaannya sebagai bentuk membantu kebaikan dan pelayanan ibadah. Niat ini perlu selalu dihadirkan sejak awal, bukan semata-mata karena gaji atau keuntungan duniawi. Dalam kaidah syariat, nilai pahala sangat bergantung pada niat, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR. Bukhari dan Muslim).
Pekerjaan staf travel seperti pengurusan administrasi dan dokumen (pendaftaran, paspor, visa), koordinasi tiket, hotel, dan transportasi, penyampaian informasi manasik, pendampingan jamaah, pelayanan jamaah lansia, serta penanganan kendala dan kebutuhan jamaah, serta dokumentasi, semuanya merupakan sebab terlaksananya ibadah haji dan umrah dengan baik. Aktivitas-aktivitas ini, meskipun bersifat teknis dan administratif, dapat bernilai amal saleh apabila diniatkan karena Allah dan dilakukan dengan amanah serta pelayanan yang baik.
Selain itu, membantu jamaah agar mampu menunaikan ibadah dengan benar dan nyaman termasuk dalam makna menunjukkan dan mengantarkan kepada kebaikan. Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim). Hadis ini bersifat umum dan mencakup bantuan langsung maupun tidak langsung, baik yang dilakukan di Tanah Suci maupun dari negeri asal, selama bantuan tersebut menjadi sebab terlaksananya ibadah.
Jika seseorang bekerja hanya demi upah duniawi, maka ia memperoleh upah tersebut. Tetapi bila ia menggabungkan profesionalitas kerja dengan niat menolong tamu-tamu Allah, ia akan mendapatkan upah dunia dan pahala akhirat. Allah Ta‘ala berfirman: “Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat” (QS. Asy-Syūrā: 20). Wallahu a’lam. Barakallahufikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
