DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Mengkhatamkan Al-Qur’an Tanpa Terjemahan atau Membacanya dengan Terjemahan di Tengah Kesibukan?

Soal 264: Mengkhatamkan Al-Qur’an Tanpa Terjemahan atau Membacanya dengan Terjemahan di Tengah Kesibukan?

Pertanyaan

Bismilllah
Jazakallahu khairan before
Afwan Ustz

  1. mana lebih utama
    Membaca Al-Qur’an dengan Membaca terjemahan atau hanya membaca Al-Qur’an tanpa terjemahan?( Konteksnya Tidak sempat khatam karena membaca artinya dengan pelan dan di barengi kesibukan Kerjaa)
  2. Dan apakah beda Pahala nya mengkhatamkan tanpa membaca terjemahannya?
    Atau mengkhatamkan Dengan membaca terjemahannya?
    Barakallah fiik

Jawaban

Yang lebih utama pada asalnya adalah membaca Al-Qur’an disertai tadabbur pemahaman dan perenungan maknanya, karena tujuan diturunkannya Al-Qur’an adalah untuk diamalkan, bukan sekadar dilafalkan. Allah Ta’ala berfirman, “Kitab (Alquran) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (Qs 38:29). Membaca dengan tartil, memahami makna, dan merenungi kandungannya lebih utama dibanding membaca cepat tanpa tadabbur.

Namun, jika kondisi tidak memungkinkan, seperti kesibukan kerja sehingga sulit mengkhatamkan bila harus membaca terjemahan maka membaca Al-Qur’an tanpa terjemahan tetap merupakan amal yang sangat agung dan berpahala besar. Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa pahala membaca Al-Qur’an tetap sempurna meskipun tanpa memahami maknanya secara rinci.

Adapun perbedaan pahala antara mengkhatamkan Al-Qur’an tanpa membaca terjemahan dan mengkhatamkannya dengan membaca terjemahan, maka keduanya sama-sama mendapatkan pahala khatam dan pahala bacaan huruf demi huruf. Akan tetapi, orang yang membaca disertai pemahaman mendapatkan tambahan pahala dari sisi ilmu, tadabbur, dan potensi pengamalan isi Al-Qur’an. Meski demikian, tidak ada pengurangan pahala bagi orang yang mengkhatamkan tanpa terjemahan karena keterbatasan waktu, dan yang paling utama adalah menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sambil tetap menjaga hubungan rutin dengan Al-Qur’an.

Adapun di bulan Ramadan, maka yang lebih ditekankan memperbanyak tilawah Al-Qur’an dan menyelesaikan khatam, karena bulan ini adalah bulan Al-Qur’an diturunkan. Para salaf dahulu memperbanyak khatam di Ramadan, bahkan ada yang mengkhatamkan berulang kali, dengan fokus pada tilawah, apalagi di 10 hari terakhir Ramadan, diperbanyak lagi khatamnya. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *