DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Penjelasan Seputar Bacaan Witir, Dzikir & Doa Setelah Witir, serta Qunut Witir di Bulan Ramadhan

Soal 163: Penjelasan Seputar Bacaan Witir, Dzikir & Doa Setelah Witir, serta Qunut Witir di Bulan Ramadhan

Pertanyaan

Afwan ustadz mau bertanya tentang sholat witir dan qunut witir
1.Adakah surah khusus yg di baca saat sholat witir dari malam pertama sampai malam ke 15, begitu jg dari malam ke 16 sampai malam terakhir Ramadhan ?
2.Adakah dzikir dan doa khusus setelah sholat witir atau di anjurkan kah berdzikir dan berdoa setelah sholat witir dan apakah imam di anjurkan menghadap ke makmum setelah salam ?
3.Apakah memang di khususkan doa qunut witir di pertengahan Ramadhan sampai akhir Ramadan ?
Tolong penjelasannya ustadz.

Jawaban

Pertama, tidak ada surah khusus yang diwajibkan atau ditetapkan syariat untuk dibaca dalam sholat witir baik dari malam pertama sampai malam ke-15, maupun dari malam ke-16 sampai akhir Ramadhan. Namun terdapat sunnah Nabi ﷺ yang menunjukkan kebiasaan beliau membaca surah tertentu, yaitu pada rakaat pertama membaca Al-A‘la, rakaat kedua Al-Kafirun, dan rakaat ketiga Al-Ikhlas; dan terkadang menambahkan Al-Falaq dan An-Nas pada rakaat terakhir (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Adapun pengkhususan bacaan tertentu pada separuh awal atau akhir Ramadhan tidak memiliki dalil yang sahih, sehingga tetap kembali pada keumuman bolehnya membaca ayat atau surah apa pun dalam sholat.

Kedua, dianjurkan membaca dzikir yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ setelah shalat witir, yaitu membaca Subḥānal Malikil Quddūs sebanyak tiga kali, dan pada bacaan ketiga dikeraskan serta dipanjangkan; dalam riwayat lain ditambahkan lafaz rabbil malāikati war-rūḥ di akhir. Adapun berdoa setelah witir secara umum hukumnya boleh karena doa dianjurkan kapan saja, namun tidak diyakini sebagai amalan khusus yang rutin dan mengikat. Untuk imam menghadap makmum setelah salam hukumnya boleh sebagai bentuk pemberitahuan bahwa shalat telah selesai dan agar tidak menimbulkan keraguan bagi orang yang datang belakangan, namun hal tersebut bukan bagian dari shalat witir dan tidak wajib, dan jika imam hendak berdoa, silakan bisa menghadap kiblat kembali.

Ketiga, terkait doa qunut witir, Nabi ﷺ mengajarkannya secara umum tanpa pembatasan waktu, sebagaimana hadits Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu: “Rasulullah ﷺ mengajarkanku beberapa kalimat untuk dibaca dalam qunut witir…” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Namun, di kalangan ulama terdapat perbedaan pendapat: ada yang berpendapat qunut witir disyariatkan sepanjang tahun, ada yang melakukannya selama Ramadhan, dan ada pula yang mengkhususkannya pada pertengahan Ramadhan hingga akhir. Oleh karena itu, qunut witir hukumnya boleh dilakukan kapan saja dan boleh pula ditinggalkan kapan saja; bahkan ketika telah masuk pertengahan Ramadhan, meninggalkannya pada sebagian malam pun tetap dibolehkan. Barakallahufikum. Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *