DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Menyikapi Penetapan Perbedaan Awal Ramadan

Soal 108: Menyikapi Perbedaan Penetapan Awal Ramadan dan Idulfitri

Pertanyaan: Bagaimana menyikapi perbedaan masuknya Ramadan dan lebaran ust? (fulan)

Jawaban:

Perbedaan penetapan awal Ramadan dan Idulfitri terjadi karena perbedaan ijtihad ulama dalam memahami dalil syariat, khususnya terkait rukyat dan hisab serta perbedaan kriteria penerimaan laporan hilal. Dasarnya adalah sabda Nabi ﷺ: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika hilal tertutup awan, maka sempurnakan bilangan Sya’ban tiga puluh hari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa dan berbuka dikaitkan dengan masuknya bulan, sehingga perbedaan pada penerapan dan penetapan, selama masih dalam koridor ijtihad ulama tidak boleh dijadikan sebab saling menyesatkan. Dalam menyikapinya, seorang muslim dianjurkan mengikuti keputusan jamaah kaum muslimin dan otoritas di negeri tempat ia tinggal, demi menjaga persatuan dan menghindari kemungkinan kekacauan di tengah masyarakat. Hal ini berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Puasa itu pada hari kalian semua berpuasa, berbuka itu pada hari kalian semua berbuka, dan berkurban itu pada hari kalian semua berkurban.” (HR. Tirmidzi).

Maknanya, ibadah yang sifatnya jama‘i dikaitkan dengan kebersamaan umat, sehingga seseorang tidak menampakkan penyelisihan yang memungkinkan memecah belah, meskipun ia secara pribadi memahami adanya perbedaan pendapat. Adapun terhadap pihak yang berbeda dalam penetapan, wajib bersikap lapang dada, menjaga adab, dan tidak mencela, karena perbedaan dalam masalah ijtihadiyyah tidak boleh merusak ukhuwah. Allah memerintahkan persatuan dan melarang perpecahan: “Dan berpegangteguhlah kalian semua kepada tali Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103).

Dengan sikap ini, seorang muslim menjaga kebenaran menurut keyakinannya, sekaligus mendahulukan persatuan dan kemaslahatan umat. Barakallahufikum.

Wallahu a’lam

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang

Sumber: islamqa.info/ar

islamweb.com/ar/

binbaz.org.sa/

Arsip Tanya Jawabt.me/wahdahpinrang/2720

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *