DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Yang Tanggung Jawab Atas Perbedaan Hari Lebaran

Soal 346: Yang Tanggung Jawab Atas Perbedaan Hari Lebaran

Pertanyaan

Ustdz nnti klw di tnya . Di akhirat knp lebaran ya beda2 .
Kita harus jwb apa?….
& siapa yng harus bertanggung jwb.

Jawaban

Berbagai negara seperti Saudi termasuk negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura, menetapkan hari raya melalui keputusan resmi pemerintah. Ketentuan ini diberlakukan untuk menjaga persatuan di dalam negara, mencegah kebingungan akibat perbedaan pendapat, serta memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar secara serentak. Dalam konteks modern, penetapan awal bulan juga berkaitan dengan kebijakan libur nasional, pengaturan jam kerja, hingga aspek keamanan publik, sehingga keputusan tunggal dari otoritas negara menjadi kebutuhan bersama.

Di akhirat, manusia tidak akan ditanya mengapa setiap negara atau lembaga berbeda dalam menetapkan hari raya, karena persoalan tersebut termasuk ranah ijtihad para ulama dan kebijakan pemerintah. Hal itu berada di luar kapasitas individu, sehingga tidak menjadi beban yang akan dipertanggungjawabkan oleh setiap Muslim. Tugas masyarakat adalah menerima dan mengikuti keputusan resmi negara demi kemaslahatan dan persatuan, meskipun metode penetapannya berbeda-beda.

Apabila perbedaan hari raya terjadi di dalam satu negara, biasanya hal itu muncul karena adanya kelompok masyarakat yang memilih mengikuti metode tertentu yang tidak sejalan dengan keputusan pemerintah. Dalam kondisi seperti ini, sikap terbaik adalah tetap berpegang pada ketetapan otoritas negara, karena penetapan hari raya merupakan bagian dari wewenang wilayatul amri. Yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, tidak saling menyalahkan, serta memahami bahwa metode hisab (ilmiyah) adalah sarana untuk membantu metode rukyah (syar’iyah) dalam menetapkan masuknya bulan, bila sulit bersatu dalam hari, maka bersatulah dalam hati. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *