DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Program Saf Pertama dan Dapat Takbiratul Ihram Imam Saat Safar

Soal 340: Program Saf Pertama dan Dapat Takbiratul Ihram Imam Saat Safar

Pertanyaan

Afwan ust,
Mau bertanya
Skrg ini saya ada program untuk sholat saf pertama dan dapat takbir pertama imam,
Program pertama dlu 40 hari ust.
Kalau keadaan safar,
Kalau di jamak Qashar sholat, otomatis terputus Ki ust,
Bagaimana bagusnya ust?
😁

Jawaban

Dalam keadaan normal, menjaga shaf pertama dan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam adalah ibadah yang besar pahalanya. Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Barangsiapa menjaga takbiratul ihram bersama imam selama empat puluh hari, dicatat baginya dua pembebasan: pembebasan dari neraka dan pembebasan dari kemunafikan.” (HR Tirmidzi, hadis lemah, namun maknanya sejalan dengan keutamaan bersegera ke masjid). Selain itu, Nabi ﷺ bersabda: “Seandainya manusia mengetahui keutamaan adzan dan shaf pertama, lalu mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan undian, pasti mereka akan melakukan undian.” (HR. Bukhari). Ini menunjukkan dorongan kuat untuk menjaga kehadiran awal di masjid.

Namun ketika seseorang sedang safar, syariat memberi keringanan berupa jamak dan qashar. Dengan keringanan ini, tidak mengapa bila seseorang tidak dapat menjaga program shaf pertama karena tidak selalu shalat di masjid. Allah berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”* (QS. Al-Baqarah: 185). Terputusnya kesinambungan amalan bukan disebabkan kelalaian, melainkan uzur syar’i yang dibenarkan oleh agama. Program tersebut tidak dianggap batal, dan tidak mengurangi pahala.

Yang terbaik adalah tetap melanjutkan program pada hari-hari ketika tidak safar, sedangkan saat perjalanan cukup berniat ingin menjaga amalan tersebut namun terhalang uzur. Nabi ﷺ bersabda: “Jika seorang hamba sakit atau bepergian, maka dicatat baginya pahala seperti ketika ia beramal saat mukim dan sehat.” (HR. Bukhari). Biidznillah pahala menjaga takbiratul ihram dan shaf pertama tetap tercatat meskipun sedang jamak-qashar dalam perjalanan. Wallahu a’lam. Barakallahufikum

Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *