Penataran Ramadan Wahdah Islamiyah Pinrang: Bahas Ketulusan Hati hingga Hukum Puasa bagi Musafir dan Ibu Hamil
PINRANG – Kunci utama meraih keberkahan Ramadan terletak pada ketulusan hati dan pemahaman syariat yang benar. Demikian yang dijelaskan Ustaz Hamzah Samir, Lc., M.H. dalam Penataran Seputar Ramadan di Masjid Al Ikhlas, Pacongan, Sabtu (7/2/2026), yang dilaksanakan oleh DPD Wahdah Islamiyah Pinrang.
Lebih lanjut, Ustaz Samir, yang juga Pimpinan Ponpes ar-Rasikhun Sidrap, menjelaskan hati yang bersih adalah benteng utama dalam menghadapi godaan keburukan. ”Ketika hati menolak tawaran keburukan, Allah akan menghilangkan noda dosa dan memberikan cahaya keimanan. Bahkan, Allah akan menjamin keimanan tersebut hingga akhir hayat bagi mereka yang memiliki hati yang tulus untuk istiqomah,” jelas Ustaz Samir.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat beribadah di bulan Ramadan sangat bergantung pada kondisi hati. Hati perlu terus diperbaharui agar motivasi ibadah tidak luntur, karena hanya hati yang bersih yang mampu menjaga kualitas ibadah hingga akhir bulan Ramadan.
Pada materi kedua yang dibawakan Ustaz H. Muhammad Syahrir, Lc., M.H. memberikan edukasi mendalam mengenai fiqih puasa, khususnya terkait keringanan (rukhsah). Beliau menjelaskan bahwa orang yang sedang bersafar dan mengalami kelelahan hebat hingga merepotkan orang lain, tidak diwajibkan untuk berpuasa.
Selain itu, Ustaz Syahrir yang juga pemilik Rumah Qur’an Mahir, menggarisbawahi aturan bagi ibu hamil dan menyusui. Secara hukum asal, mereka tetap diwajibkan berpuasa. Namun, jika ada kondisi yang menyebabkan mereka tidak berpuasa, maka wajib menggantinya dengan meng-qadha di luar bulan Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam hari ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Melalui penataran ini, DPD Wahdah Islamiyah Pinrang berharap masyarakat Pinrang dapat menjalani Ramadan 1447 H dengan bekal ilmu yang mumpuni dan hati yang suci.
