Dakwah Digital: Mengapa Lembaga Islam Harus ‘Berperang’ Lewat Desain Kreatif?
PINRANG — Di era di mana batas-batas teritorial negara mulai memudar akibat arus informasi digital, lembaga dakwah kini dihadapkan pada tantangan baru: perang opini. Jika pesan yang benar tidak dibungkus dengan visual yang menarik, ia akan kalah telak oleh narasi lain yang lebih “menjual”.
Pesan tersebut menjadi inti dari kegiatan “Belajar Bareng Desain Kreatif Wahdah Islamiyah by Canva” yang digelar oleh Departemen Medikom Wahdah Islamiyah Pinrang, Sabtu (14/02). Acara yang berlangsung di Kantor DPD Wahdah Islamiyah Pinrang ini diikuti oleh jajaran pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) dan perwakilan departemen dari seluruh kabupaten.
Rangkaian Agenda dan Kedalaman Materi
Acara dimulai dengan pembukaan resmi yang khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Al-Akhi Muhammad JD Hertasmin. Ketua DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, Ustadz Asri Jaya, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa media bukan sekadar alat dokumentasi, melainkan instrumen perjuangan. Beliau menganalogikan dakwah sebagai sebuah produk yang harus ditawarkan kepada publik dengan kemasan yang memikat.
Transformasi Visual dan Narasi
Pelatihan ini dibagi menjadi beberapa sesi intensif yang dipandu oleh Al Ustadz Awi Munawir Taufik, ST:
Sesi Desain Grafis Canva : Peserta dibimbing langsung untuk menguasai teknik desain praktis menggunakan template khas Wahdah Islamiyah.
Sesi Jurnalistik: Selain visual, peserta diajarkan cara mengolah informasi menjadi berita yang menarik agar kegiatan dakwah tidak hanya menjadi konsumsi internal, tetapi juga mampu menarik simpati publik secara luas.
Lebih dari Sekadar Desain
Ustadz Asri Jaya menegaskan bahwa penguasaan media sangat krusial untuk mengubah persepsi publik yang sering kali didominasi narasi negatif tentang Islam. Media digital di lingkup Wahdah Islamiyah Pinrang diharapkan menjadi perekat internal, instrumen sejarah yang abadi, serta alat komunikasi yang paling efektif di era modern. Dengan adanya pelatihan ini, setiap DPC di tingkat kecamatan diharapkan mampu lebih mandiri dalam mempublikasikan syiar Islam dengan bungkusan yang lebih profesional, estetik, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Penulis: Tim Media Wahdah Pinrang
Editor: Redaksi Wahdahpinrang.or.id
