Adab Idulfitri Selain Shalat Id
Soal 341: Adab Idulfitri Selain Shalat Id
Pertanyaan
Apa saja adab di hari idul fitri selain shalatnya ust?
Jawaban
Pada hari raya, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak takbir sejak malam Id hingga waktu pelaksanaan salat. Takbir ini merupakan syiar yang menandakan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia-Nya termasuk nikmat bertemu Ramadan. Dalam Idulfitri tidak terdapat takbir muqayyad; karenanya, takbir tidak dilakukan secara khusus setelah salat Magrib, Isya, atau Subuh. Seluruh waktu termasuk takbir mutlaq yang boleh dibaca kapan saja sejak matahari terbenam pada akhir Ramadan hingga dimulainya salat Id.
Di antara adab hari raya Idulfitri adalah mengenakan pakaian terbaik serta menjaga kebersihan diri. Laki-laki dianjurkan memakai wewangian, sedangkan perempuan tetap menjaga batasan syar’i ketika keluar rumah; diperbolehkan memakai parfum secukupnya sekadar menghilangkan bau tidak sedap, bukan untuk harum-haruman atau yang bisa menarik perhatian laki-laki non mahram. Pada hari Idulfitri disunnahkan makan sebelum berangkat salat, sementara pada Iduladha dianjurkan makan setelah selesai pelaksanaan salat.
Adab penting setelah selesai mendengarkan khutbah Id adalah mempererat hubungan sosial dengan saling mengucapkan selamat hari raya dan doa-doa kebaikan, seperti taqabbalallahu minna wa minkum. Seorang muslim dianjurkan bersilaturahmi, berbagi kebahagiaan, dan membantu mereka yang membutuhkan agar semua dapat merasakan suka cita hari raya. Menjaga akhlak yang baik, menebarkan senyum, menjauhi permusuhan, serta menghindari berjabat tangan dengan yang bukan mahram juga merupakan bagian dari etika hari raya. Tidak jarang, sebagian orang menganggap beberapa pihak sebagai mahram padahal bukan, seperti ipar, suami bibi, istri paman, sepupu, orang tua atau anak angkat, serta “mahram titipan”.
Hari raya sering disebut sebagai “lebaran”, yaitu momentum untuk melapangkan dan melebarkan dada dari sempitnya kebencian, hasad, dan penyakit hati lainnya. Momen ini mengajak kita untuk membiasakan saling memaafkan, bahkan tidak hanya pada hari raya, tetapi juga dalam keseharian. Istri yang shalihah disebut sebagai “bidadari surga di dunia”, salah satu cirinya adalah ia yang lebih dahulu meminta maaf. Di momen lebaran dan selainnya, membangun kebiasaan meminta maaf adalah akhlak yang mulia. “Ini tanganku di tanganmu; mataku takkan dapat terpejam hingga engkau ridha.” Wallahu a’lam. Barakallahufikum
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720
