Nasihat Hijrah karena Allah
Soal 6: Nasihat Hijrah karena Allah
Pertanyaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin bertanya, Ustaz. Mengapa terasa sulit untuk berhijrah karena Allah?
Jawaban
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sulitnya hijrah karena Allah sering terjadi karena niat belum benar-benar murni karena-Nya. Sebagian orang meninggalkan maksiat hanya karena manusia: takut dilihat, ingin menjaga nama baik, atau merasa malu. Bukan karena takut kepada Allah. Selama hati masih bergantung pada pandangan manusia, hijrah akan terasa berat karena dorongan utamanya bukan iman, melainkan sekadar faktor keadaan luar.
Kesulitan hijrah juga muncul karena tobat belum sempurna. Tobat memiliki tiga syarat: berhenti dari dosa, menyesali dosa, dan bertekad kuat untuk tidak kembali kepadanya. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, seseorang mudah tergelincir kembali. Inilah sebabnya sebagian orang berhenti sesaat lalu mengulanginya lagi, karena tobatnya belum mencapai tingkat yang meneguhkan hati.
Selain itu, hijrah terasa berat karena hati belum terisi dengan hal-hal yang menguatkan iman. Kekosongan hati membuat seseorang mudah kembali kepada maksiat. Jika tidak diisi dengan cinta kepada Allah, ilmu, taklim, pengajian, teman-teman saleh, dan kesibukan dalam kebaikan, maka hawa nafsu serta lingkungan lama akan lebih kuat pengaruhnya. Mengisi hati dengan ketaatan dan lingkungan yang baik adalah kunci agar hijrah menjadi lebih ringan dan mantap.
Barakallahu fikum.
Wallahu a’lam.
Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
