Apakah Allah Memiliki Kaki?
Soal 36: Apakah Allah Memiliki Kaki?
Pertanyaan:
Bagaimana cara menjawab jika seorang anak bertanya: “Ustaz, Abi, apakah Allah memiliki kaki?”
Jawaban:
Allah memang menyebutkan dalam hadits yang shahih bahwa Dia memiliki kaki. Hal ini sebagaimana dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang neraka yang berkata, “Hal min mazīd?” (Apakah masih ada tambahan?), lalu Allah meletakkan kaki-Nya padanya. Maka kita membenarkan apa yang Allah dan Rasul-Nya kabarkan tanpa menambah, mengurangi, ataupun menolaknya.
Ini termasuk bagian dari iman kepada sifat-sifat Allah yang ditetapkan dengan dalil yang sahih, dan merupakan akidah Ahlus Sunnah wal Jama‘ah.
Ketika anak bertanya, kita menjelaskan dengan lembut bahwa Allah memiliki kaki sebagaimana yang Dia kabarkan, dengan kemuliaan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya, bukan seperti kaki makhluk.
Allah berfirman:
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
(QS. Asy-Syūrā: 11)
Karena itu kita mengimani sifat tersebut tanpa membayangkan bentuknya. Walillāhil-matsalul-a‘lā: bahkan sesama makhluk saja berbeda-beda. Kaki manusia berbeda dari kaki gajah, kaki gajah berbeda dari kaki burung, bahkan antara ikan, semut, dan unta pun tidak sama.
Jika perbedaan antar makhluk saja begitu jauh, maka tentu lebih jelas lagi bahwa makhluk tidak mungkin diserupakan dengan Sang Pencipta.
Yang terpenting bagi seorang Muslim adalah mengimani apa yang Allah kabarkan dengan cara yang benar:
- Tidak menyerupakan dengan makhluk (tamtsīl)
- Tidak membayangkan “bagaimana bentuknya” (takyīf)
- Tidak menolak atau mengingkari (ta‘thīl)
- Tidak menyelewengkan makna (tahrīf)
Dengan cara ini, anak akan belajar bahwa sifat-sifat Allah itu hakiki dan benar adanya. Namun manusia tidak dibolehkan membayangkan rupa-Nya. Cukup beriman sebagaimana datangnya dalil, sesuai dengan kesempurnaan Allah Ta‘ala.
Barakallahu fikum.
Wallahu a‘lam.
Dijawab oleh:
Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
- islamqa.info
- islamweb.com
- binbaz.org.sa
