Amalan Membaca Yasin 3 Kali pada Malam Nisfu Sya’ban
Soal 25: Amalan Membaca Yasin 3 Kali pada Malam Nisfu Sya’ban
📌 Pertanyaan
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Afwan tadz, ana ingin bertanya. Tadi setelah selesai shalat berjamaah di salah satu masjid ada kegiatan jamaah membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dalam rangka tanggal 15 Sya’ban. Disebutkan bahwa itu adalah malam Nisfu Sya’ban, kemudian dibacakan doa panjang umur.
Apakah amalan tersebut memiliki tuntunan dalam syariat, ustadz? Maksudnya apakah ada dalil atau haditsnya?
📝 Jawaban
Dari segi hadits, keutamaan malam Nisfu Sya‘ban memang disebutkan dalam beberapa riwayat. Sebagian ulama menghasankannya dan sebagian yang lain melemahkannya. Hadits tersebut menyebutkan tentang ampunan Allah kepada hamba-Nya pada malam itu, kecuali bagi orang yang berbuat syirik dan orang yang saling bermusuhan.
Namun, seluruh riwayat tersebut tidak menunjukkan adanya ibadah khusus dengan tata cara tertentu pada malam Nisfu Sya‘ban. Riwayat-riwayat itu hanya menunjukkan keutamaan malam tersebut secara umum.
Adapun amalan-amalan khusus yang dikaitkan dengan malam Nisfu Sya‘ban, para ulama ahli tahqiq menjelaskan bahwa tidak ada satu pun riwayat yang sampai pada derajat hadits hasan. Bahkan sebagian riwayat dinilai lemah, dan ada pula yang dianggap palsu.
Adapun praktik membaca surat Yasin tiga kali secara berjamaah pada malam Nisfu Sya‘ban dengan niat tertentu—seperti meminta panjang umur, kelapangan rezeki, atau penetapan takdir—maka tidak terdapat dalil yang shahih dari Al-Qur’an maupun Sunnah yang menetapkannya.
Mengkhususkan bacaan, jumlah tertentu, serta ritual tertentu pada malam tersebut tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ maupun para sahabat. Karena itu, amalan tersebut tidak memiliki dasar tuntunan dalam syariat.
Meski demikian, seorang muslim tetap dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam hari sebagaimana malam-malam lainnya. Terlebih pada sepertiga malam terakhir, dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, shalat malam, serta memohon ampunan kepada Allah.
Oleh karena itu, menghidupkan malam Nisfu Sya‘ban dengan ibadah secara umum seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan beristighfar adalah diperbolehkan, selama tidak diyakini adanya tata cara atau keutamaan khusus yang tidak memiliki dalil.
Adapun menjadikan bacaan Yasin tiga kali atau doa tertentu sebagai amalan khusus dengan keyakinan keutamaan tertentu, maka hal itu tidak memiliki landasan syar‘i. Sebab dalam ibadah, patokannya adalah dalil, bukan kebiasaan atau tradisi.
Semoga Allah mengampuni dan merahmati kita pada setiap hari dan malam.
Barakallahu fiikum.
Wallahu a’lam.
Dijawab oleh:
Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info
islamweb.com
binbaz.org.sa
