DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

BeritaDirosa (Belajar Mengaji Dewasa)Masjid Al Ikhlas

Merajut Cinta Al-Qur’an Sejak Dini: Wahdah Pinrang Bekali Puluhan Guru dengan Metode Asli Dirosa Anak

PINRANG – Menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an membutuhkan sentuhan pengajar yang tidak hanya ikhlas, tetapi juga mumpuni secara keilmuan. Kesadaran dan harapan inilah yang menggerakkan Departemen Khidmatul Quran DPD Wahdah Islamiyah Pinrang untuk mengumpulkan dan membekali para pendidik melalui agenda “Pelatihan Guru Dirosa Anak” pada Sabtu hingga Ahad (26-27 September 2026).Bertempat di Masjid Al Ikhlas, Markaz Wahdah Islamiyah Pinrang.

Suasana penuh semangat mewarnai jalannya pelatihan. Tercatat kurang lebih 70 peserta yang didominasi oleh para ustazah tangguh dari Muslimah Wahdah serta tenaga pendidik Yayasan Al Ikhlas Pinrang, berkumpul dengan satu misi mulia. Mereka hadir untuk menyamakan frekuensi dan memperdalam teknik pengajaran Al-Qur’an menggunakan Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Anak)—sebuah metode orisinal nan inovatif yang lahir langsung dari rahim Lembaga Pengembangan Pendidikan Dasar Al-Qur’an (LP2DQ) Wahdah Islamiyah.

Belajar Langsung dari Sang Penyusun

Pelatihan ini terasa begitu istimewa karena panitia tidak main-main dalam menjaga kualitas pengajaran. Mereka menghadirkan langsung “arsitek” di balik kurikulum Dirosa Anak tersebut. Ust. Gr. Munir, S.Pd.I., M.M., dan Ust. Amiruddin Rasyid, S.Ag., M.Pd., yang juga merupakan pengurus LP2DQ DPP Wahdah Islamiyah, turun tangan langsung membimbing dan berbagi inspirasi dengan para peserta.

Acara yang dibuka dengan penuh kehangatan oleh Ketua DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, Ust. Asri Jaya, S.Pd., M.Pd., ini mengalir dengan dinamika yang luar biasa. Dalam pesannya, Ust. Asri mengingatkan kembali tentang kekuatan niat dalam mendidik generasi Qur’ani.

Selama dua hari, peserta tidak hanya diajak menyelami teori di ruang kelas, tetapi juga membedah tuntas praktik pengajaran dari Buku Dirosa Jilid 1 hingga Jilid 4. Kehangatan dan keseruan pelatihan semakin terasa saat peserta memasuki sesi Microteaching. Mereka saling belajar dan mengevaluasi cara mengajar yang paling mudah dan menyenangkan bagi anak-anak. Bahkan, pada sesi Munaqasyah Tadarrus, komitmen peserta diuji dengan keharusan mengirimkan rekaman bacaan langsung kepada Ustadz Komari.

Standar Kualitas Lewat Syahadah

Ada pesan penting di balik semua proses panjang dan intensif tersebut. Ust. Amiruddin Rasyid di sela-sela materinya menekankan bahwa dedikasi mengajarkan Al-Qur’an juga menuntut standar kualitas bacaan yang ketat dan terjaga. Beliau menjelaskan bahwa meskipun seluruh peserta yang hadir mendapatkan sertifikat kepesertaan dari DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, lisensi kelulusan atau syahadah memiliki kedudukan yang berbeda.

“Syahadah ini memiliki nomor seri resmi dari DPP sebagai lisensi yang menunjukkan bahwa peserta telah benar-benar lulus dan mengikuti pelatihan dengan baik,” ungkap Ust. Amiruddin sembari memperlihatkan contoh dokumen berharga tersebut di hadapan peserta.

Syahadah itu bukanlah sekadar selembar kertas pengakuan. Dari dokumen yang diperlihatkan, tertera rincian penilaian ketat yang harus dilalui seorang guru. Mereka dinilai dari kemurnian bacaan Al-Qur’an yang mencakup Fashohah, Tajwid, Ghorib Musykilat, keindahan Suara dan Lagu, hingga akumulasi nilai kelayakan praktik Microteaching.

Setelah melewati seluruh rangkaian yang menguras tenaga sekaligus mencerahkan batin, pelatihan ini akhirnya ditutup secara resmi pada Ahad sore oleh Sekretaris DPD Wahdah Islamiyah Pinrang, Ust. Izzuddin, S.Pd.I., M.Pd.

Dari Pinrang, langkah kecil dan semangat puluhan guru ini merawat asa yang besar. Berbekal metode orisinal Dirosa Anak kebanggaan Wahdah Islamiyah, mereka siap kembali ke ruang-ruang kelas, merajut benang-benang cinta Al-Qur’an di hati generasi masa depan dengan cara yang jauh lebih indah, mudah, dan menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *