Menimbang Keutamaan Sholat Sunnah Tarawih dan Sholat Sunnah Rawatib
Soal 183: Menimbang Keutamaan Sholat Sunnah Tarawih dan Sholat Sunnah Rawatib
Pertanyaan
Bismillah
Afwan ustd ada pertanyaan
Terkait tentang sholat Sunnah
Tarweh adaalah sholat sunnah
Bgtu juga sholat sunnah Rawatib jelas adalah sholat sunnah juga
Kronologi nya utsd
Ada yang rajin sekali sholat sunnah Tarweh tapi enggan untuk sholat Sunnah Rawatib…
Begtu juga sebaliknya enggan untuk sholat sunnah tarweh karena menurutnya sholat sunnah Rawatib itu lebih di atas keutamaannya
Apa benar ini utsd?
Atas jawabannya kami ucapkan
Jazakumullah khairan
Jawaban
Tidak benar jika dipahami bahwa salah satunya “lebih utama” sehingga boleh enggan melakukan yang lain. Sholat Tarawih dan sholat sunnah Rawatib sama‑sama sunnah muakkadah dengan keutamaan yang berbeda pada konteksnya. Tarawih memiliki keutamaan khusus di bulan Ramadan sebagai bagian dari qiyam Ramadan, berdasarkan sabda Nabi ﷺ: “Barang siapa mendirikan sholat di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa‑dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Karena itu, orang yang rajin Tarawih mendapatkan keutamaan besar di bulan Ramadan, namun hal itu tidak menjadikan ia lebih utama jika sampai enggan sholat sunnah Rawatib yang menyertai sholat wajib.
Adapun sholat sunnah Rawatib memiliki keutamaan yang sangat kuat dan bersifat kontinu sepanjang tahun, karena ia menyempurnakan sholat wajib dan sangat dijaga oleh Nabi ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang hamba muslim sholat dua belas rakaat sunnah dalam sehari semalam selain yang wajib, melainkan Allah bangunkan baginya sebuah rumah di surga” (HR. Muslim). Dalam riwayat lain dijelaskan rincian rakaat Rawatib tersebut. Karena itu, sebagian ulama menjelaskan bahwa Rawatib lebih ditekankan dari sisi kontinuitas dan kedekatannya dengan sholat fardhu, bukan untuk merendahkan Tarawih, tetapi untuk menegaskan agar Rawatib tidak ditinggalkan.
Sikap yang benar adalah menggabungkan keduanya sesuai kemampuan, bukan mempertentangkan. Orang yang hanya rajin Tarawih tapi meninggalkan Rawatib telah kehilangan keutamaan besar, dan orang yang menjaga Rawatib lalu meremehkan Tarawih di Ramadan juga kehilangan pahala qiyam Ramadan. Para ulama menegaskan bahwa semua sholat sunnah tidak berdosa jika ditinggalkan, namun meninggalkannya berarti kehilangan keutamaan yang besar. Allah Ta’ala berfirman dalam hadits qudsi: “Hamba‑Ku senantiasa mendekatkan diri kepada‑Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya” (HR. Bukhari). Wallahu a’lam. Barakallahu fikum
