Waktu Adzan yang Paling Akurat, Terutama untuk Berbuka dan Sahur
Pertanyaan
Bismillah Afwan ustadz…mau tanyakan masalah waktu berbuka dan sahur. Krn tiap tiap masjid berbeda waktu adzannya, ada yg cepat ada yg lambat dan itu bedanya antara 1-3 menit. Pertanyaannya, adzan yg mana yg hrs di ikuti?? Apakah yg paling dekat dngn rmh kita..atau yg paling jauh? Ataukah kt berpatokan sj dngn waktu sahur dan berbuka sesuai jadwal yg sudah ditentukan.
(Fulan)
Jawaban
Perbedaan waktu adzan antar masjid di Indonesia dalam selang 1–3 menit merupakan hal yang wajar, karena perbedaan ketelitian jam serta cara masing‑masjid mengikuti jadwal shalat. Dalam syariat, patokan berbuka adalah benar‑benar tenggelamnya matahari, sebagaimana firman Allah: “Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam (terbenamnya matahari)” (QS. Al‑Baqarah: 187). Adapun batas akhir sahur adalah terbitnya fajar shadiq, sesuai firman-Nya: “Makan dan minumlah kalian hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” (QS. Al‑Baqarah: 187). Maka prinsip utamanya adalah mengikuti waktu yang paling meyakinkan bahwa matahari telah terbenam atau bahwa fajar shadiq telah muncul.
Dalam praktik di masyarakat, pilihan paling aman adalah mengikuti jadwal resmi yang dibuat berdasarkan hisab astronomi. Kita juga mengetahui bahwa sebagian jadwal shalat di Indonesia memiliki sedikit ketidak tepatan, terutama pada waktu Subuh. Jika adzan sebuah masjid terdengar jauh lebih cepat dibanding jadwal yang terpercaya, maka sikap kehati‑hatian lebih dianjurkan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu”(HR. Tirmidzi).
Alhamdulillah, Dewan Syariah Wahdah Islamiyah memiliki aplikasi jadwal waktu shalat yang dapat dipercaya karena telah melalui penelitian dan verifikasi. Aplikasinya dapat diunduh, atau bisa juga mengunjungi situs berikut: salat.dewansyariah.com
Adapun waktu “imsak” yang sering tercantum pada kalender atau sebaran imsakiyah bukanlah waktu mulai menahan diri dari makan, tetapi hanya bentuk kehati‑hatian agar seseorang tidak makan terlalu dekat dengan masuknya waktu Subuh. Syariat tidak menetapkan waktu khusus sebelum Subuh untuk berhenti makan. Selama seseorang yakin bahwa fajar shadiq belum terbit, ia masih boleh makan sahur. Barakallahufikum. Wallahu a’lam.
Dijawab oleh: Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang
Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/
Arsip Tanya Jawab
t.me/wahdahpinrang/2720
