DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

DPD Wahdah Islamiyah Pinrang

Ilmu, Amal, Dakwah, Tarbiyah

Artikel

Tata Cara Memulai dan Menyempurnakan Shaf Shalat Berjamaah

Soal 29: Tata Cara Memulai dan Menyempurnakan Shaf Shalat Berjamaah

Pertanyaan

Bismillah, Afwan izin bertanya ust, semoga tidak merepotkan 😃

Mengenai cara mengisi shaf ketika shalat berjamaah:

  1. Apakah diisi mulai dari kanan atau dari tengah (di belakang imam)?
  2. Adakah perbedaan cara awal mengisi shaf antara masjid besar dan masjid kecil?

Syukron, jazakallahu khair.

Jawaban

Shaf shalat berjamaah dimulai dari tengah, tepat di belakang imam, karena posisi tersebut merupakan tempat paling utama dan menjadi pusat barisan pertama. Nabi ﷺ memerintahkan agar shaf dirapikan dan imam berada di tengah sebagai titik keseimbangan jamaah. Dari posisi inilah keteraturan shalat dibangun, sehingga barisan tersusun rapi, lurus, dan mencerminkan kesatuan serta kedisiplinan dalam ibadah berjamaah.

Setelah bagian tengah terisi, shaf dilanjutkan ke kanan dan kiri secara seimbang. Keutamaan shaf kanan berlaku apabila posisi kanan dan kiri telah terisi seimbang dari tengah. Jika kanan berjumlah lima orang dan kiri juga lima orang, maka shaf kanan lebih utama. Namun jika kanan lima orang dan kiri empat orang, maka orang urutan keempat di kiri lebih utama daripada orang kelima di kanan, karena patokan utamanya adalah menjaga keseimbangan dari tengah, bukan memulai pengisian dari ujung kanan.

Para ulama sepakat bahwa tidak boleh memulai shaf kedua sebelum shaf pertama sempurna. Menyempurnakan shaf termasuk adab penting dalam shalat berjamaah dan merupakan perintah Nabi ﷺ. Adanya kekosongan dalam shaf dilarang karena merusak kerapian dan kesatuan barisan. Oleh sebab itu, perhatian terhadap shaf bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bagian dari kesempurnaan ibadah dan ketaatan dalam shalat berjamaah.

Adapun perbedaan antara masjid besar dan masjid kecil tidak berpengaruh terhadap hukum memulai shaf. Keduanya tetap disunnahkan diawali dari bagian tengah tepat di belakang imam, lalu dilanjutkan ke arah kanan dan kiri. Perbedaan yang terlihat hanyalah pada praktik di lapangan. Pada masjid kecil, keterbatasan ruang membuat jamaah lebih cepat memenuhi bagian tengah shaf. Sementara di masjid besar, sebagian jamaah terkadang langsung mengisi sisi kanan, kiri, atau mendekati dinding sehingga bagian tengah terlewati atau baru terisi kemudian. Oleh karena itu, hendaknya tetap berusaha mengisi shaf-shaf di depan sebelum shaf berikutnya, dan tidak tergesa-gesa meskipun dalam keadaan masbuq.

Barakallahu fikum.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh:
Tim Ilmiah Wahdah Islamiyah Pinrang

Sumber:
islamqa.info/ar
islamweb.com/ar/
binbaz.org.sa/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *