📜 TIPU DAYA IBLIS DAN BALA TENTARANYA TENTANG KISAH BIDADARI YANG TURUN KE DUNIA.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Para pembaca yg dimuliakan oleh Allah, kali ini kita akan membahas tentang masalah mitos adanya Bidadari yg turun dari surga dan menempati tempat khusus didunia semisal sungai, danau, telaga dan sumur, bahkan kadang dijadikan Sinetron/ Film di negeri kita.

Mengawali pembahasan ini, kami mengajak para sahabat untuk mengetahui apa apa saja mitos seputar bidadari yang beredar ditengah masyarakat, yang pastinya mitos mitos yang kita sebutkan, rata rata mitosnya mirip diseluruh indonesia, baik daerah jawa, sulawesi dan lainnya.

Beberapa mitos tentang bidadari yg turun kedunia.

– Para bidadari turun kedunia lewat pelangi, kalau orang bugis biasa menyebutnya (Pabbekenna lajama’), jadi jangan heran bahkan sampai sekarang masih banyak masyarakat jika melihat pelangi, hal yg pertama dikomentari adalah ujung dari pelangi itu, bahkan ada yg berusaha mencari ujungnya, karena katanya ada bidadari di sana.

– Dibeberapa lokasi yg diyakini masyarakat pernah turun bidadari, maka di daerah itu akan ada salah satu dari masyarakat yg menyimpan baju atau selendang bidadari

– Bahkan sebagian orang mengaku memiliki keturunan bidadari (Sebagaimana dalam sinetron), sehingga mereka yg mengaku kadang dijadikan dukun/paranormal

– Sungai, sumur atau danau yg diyakini tempat turunya bidadari akan dijadikan tempat bernadzar dan tempat penyembelihan (maccera)

– Sungai, sumur dan danau yg diyakini tempat turunya bidadari kadang dijadikan tempat ritual mencari jodoh.

– dan masih banyak mitos yg lainnya.

sungguh inilah realita yang ada yang terjadi dimasyarakat. Hingga nyatalah masih banyak saudara kita yg mengaku muslim yg tidak memahami masalah bahaya kesyirikan, padahal jelaslah firman Allah tentang bahaya kesyirikan.

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa’: 116)

Di ayat yg lain Allah berfirman,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am: 88).

Melihat masalah di atas, layaknya menjadi PR bagi para Da’i untuk kembali lebih giat mendakwahkan masalah pentingnya Tauhid dan bahaya kesyirikan,

Pembaca yg dimuliakan Allah, perlu dipahami bahwa kebanyakan tempat tempat yg diadakan ritual ritual kesyirikan yg ada hubunganya dengan Air, apakah itu berupa Sungai, Danau,Telaga Sumur, Kolam dan laut maka nuansa kesyirikannya adalah adanya mitos tentang bidadari, padahal dalam agama kita, ketika bercerita masalah bidadari.

Bidadari adalah makhluk yang Allah ciptakan untuk menjadi isteri-isteri dan atau pelayan-pelayan bagi orang-orang yang beriman di dalam Jannah (Surga), Allah Ta’ala sebutkan tentang mereka , Allah berkata tentang para lelaki yang menjadi penghuni Jannah:

مُتَّكِـــِٕيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍ‌ ۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ

“mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.”
[QS. At-Tur: Ayat 20]

Banyak di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah menyebutkan tentang keberadaan para bidadari, bahwasanya mereka adalah makhluk yang berada di dalam Jannah. Adapun mitos atau cerita bahwa pernah ada bidadari turun ke dunia lalu mandi di sungai, telaga atau di danau maka ini adalah tipuan dan permainan dari para penyihir, dukun dan atau dari kalangan jin, karena ini ditinjau dari beberapa sisi:

1. Para bidadari memiliki sifat-sifat dan kecantikan yang tidak didapati pada wanita dunia.

فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ

“Di dalam surga itu ada (bidadari-bidadari) yang baik-baik lagi cantik-cantik” (QS. Ar Rahman: 70)

Ketika menafsirkan ayat ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرَاتُ الأَخْلاقِ، حِسَانُ الْوُجُوهِ

“Sebaik-baik akhlak dan secantik-cantik wajah” (HR. Thabrani)
Kecantikan mereka tidak bisa dibandingkan dengan wanita mana pun di dunia ini. Secantik apa pun yang bisa dibayangkan oleh manusia di dunia, bidadariNya jauh lebih cantik dan menawan daripada itu. Dan kalau wanita ada yang cantik ada yang jelek, tidak ada bidadari yang jelek. Semuanya cantik-cantik.

2. Tidak ada riwayat menyebutkan bahwa ada dari penghuni Jannah baik itu para bidadari atau pun yang selain mereka dikeluarkan dari Jannah setelah dikeluarkannya bapak dan ibu kita Adam dan Hawa dari Jannah.

3. Para bidadari tidak pernah disentuh oleh jin dan manusia sebagaimana yang Allah katakan:

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَآنٌّ‌ۚ

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin.”
[QS. Ar-Rahman: Ayat 56]

Lalu bagaimana kemudian diceritakan pernah ada di dunia ini bahkan ada yg menyimpan baju bidadari.

4. Para bidadari dikekalkan di dalam Jannah bersama penghuni Jannah lainnya lalu bagaimana ada bidadari yang kemudian mati atau berumur seperti berumurnya anak manusia di dunia?!.

5. Kenikmatan surga apakah berupa bidadari atau yang lainnya adalah kenikmatan yg tidak pernah ada di dunia ini.

Sesungguhnya segala kenikmatan yang ada di surga tidak bisa dikhayalkan oleh benak kita.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ اللهُ : أَعْدَدَتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَر، وَاقْرَأُوا إِنْ شِئْتُمْ فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Dari Abu Huroiroh, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Allah telah berfirman : Aku telah menyiapkan bagi hamba-hambaku yang sholeh (di surga) kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata-mata, dan tidak pernah terdengar oleh telinga-telinga, dan tidak pernah terbetik dalam benak manusia”,

Begitupula dalam firman Allah

فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan” (QS As-Sajdah : 17)

Para pembaca yang dimuliakan Allah, demikianlah sedikit pembahasan tentang Mitos BIDADARI, semoga diantara kita dan keluarga kita, tidak adalagi yg tertipu dengan tipuan dukun, penyihir, paranormal, iblis dan bala tentaranya tentang adanya BIDADARI di tempat-tempat angker di dunia ini.

Terakhir dari pembahasan ini, kami mengajak kepada pembaca untuk senantiasa memperdalam ilmu agama, alhamdulillah, Allah telah mempermudah kita untuk mempelajari agamanya, berbagai kajian telah tersebar dimana mana, apakah lewat dunia nyata maupun lewat dunia maya, dan bertobatlah sebelum terlambat, sungguh Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Allah berfirman

اِلَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًاصَالِحًـا فَاُولٰٓٮِٕكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍ‌ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu, kejahatan mereka diganti Allah dengan pahala kebajikan. Dan sungguh Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Dan senantiasa memperbanyak berdoa untuk berlindung dari bahaya kesyirikan.

Dengan senantiasa membaca doa yang dianjurkan oleh rasulullah.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Yaa Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dari berbuat kesyirikan ketika aku mengetahuinya dan aku memohon ampunan Mu ketika aku tidak mengetahuinya”. (HR. Bukhari)

Akhukum

Ustadz Rahmat Abu Uwais Hafizhahullah

Baca Juga  Tentang Adzan

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here