📜 TIPU DAYA DUKUN, PERAMAL, IBLIS DAN BALA TENTARANYA DALAM RITUAL SESAJEN RATU PADI (Mappangolo Datu Ase “BUGIS)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Para pembaca yg dimuliakan oleh Allah, kali ini kami akan membahas tentang masalah mitos tentang ritual sesajen ratu padi (MAPPANGOLO DATU ASE)

Sebelumnya mari kita pahami tentang Ritual Syirik ini sebagaimana kami kutip diberita

https://regional.kompas.com/read/2017/10/06/21081151/sambut-panen-raya-petani-bugis-gelar-ritual-untuk-dewa-padi.

Ritual ini merupakan persembahan kepada dewa padi (sang penguasa alam) yang diikuti dengan nyanyian berupa puji-pujian khusus kepada sang Datu Ase dan Indo Ase sebagai pembawa berkah, berupa keselamatan warga kampung dan hasil panen yang melimpah.

Tradisi turun-temurun ini diikuti dengan serangkaian ritual lain seperti maccera ase, mappadendang dan persembahan sesajen berupa telur, nasi ketan, dan kelapa muda kepada Datu Ase dan Indo Ase

Ritual diawal dengan empat wanita berpakaian adat Bugis ini mengantarkan persembahan berupa sesajen kepada Datu Ase, Indo Ase dan dewa penyelamat atau To Manurung.

Sebelum menyerahkan sesajen berupa nasi ketan, telur, dan gula merah yang dilapisi daun waru, seorang Sandro Ase atau dukun padi membacakan doa-doa keselamatan agar warga kampung terhindar dari segala bencana, marabahaya, serta hasil panennya melimpah.

Selanjutnya, sesajen itu dibawa berkeliling tujuh kali di tempat permainan padendang didirikan. Padendang sendiri dipercaya Suku Bugis sebagai salah satu persembahan dan hiburan kepada Datu Ase dan Indo Ase serta To Manurung.

Usai mengelilingi padendang, sang dukun kembali menggelar ritual doa keselamatan kepada warga kampung dan beraharap hasil panen padi warga tahun ini lebih melimpah.

Rangkaian ritual akhir dari “Mappangolo Datu Ase” diakhiri dengan menyerahkan sesajen dan membakar kemenyan serta lilin di salah satu kamar khusus yang hanya dihuni oleh Datu Ase, Indo Ase dan To manurung.

Sementara seorang asisten dukun melantunkan nyanyian berupa puji-pujian agar persembahan dan doa warga kampung ini diterima Sang Penguasa Alam.(selesai kutipan)

Para pembaca yang dimuliakan Allah, setelah menyimak kutipan artikel diatas, maka sangatlah jelas beberapa kegiatan yg mengandung kesyirikan, yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam tanpa sadar.

Para pembaca yang dimuliakan Allah,berikut beberapa bentuk kesyirikan dari ritual mappangolo datu ase.

1. Meyakini bahwa datu ase adalah pembawa berkah, keselamatan dan meyakini jika tidak ada ritual mappangolo datu ase maka akan terjadi malapetaka, jelaslah keyakinan seperti ini adalah kesyirikan yang nyata yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama islam, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Dan barangsiapa yang menyembah sesembahan yang lain disamping menyembah Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya melakukan hal itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Rabb-nya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada beruntung”. [Al-Mu’minun/23 : 117]

2.Dalam ritual mappangolo datu ase yang ritualnya dipimpin oleh dukun, padahal masalah dukun/peramal telah jelas disebutkan dalam hadits.

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

3.Dalam ritual mappangolo datu ase, ada beberapa benda yang dikeramatkan sehingga sangat dihormati, seperti datu ase, indo ase dan to manurung, padahal masalah seperti ini telah dijelaskan dalam agama kita akan keharaman jimat atau meyakini kekuatan gaib sebuah benda.

Dari ‘Imron bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَبْصَرَ عَلَى عَضُدِ رَجُلٍ حَلْقَةً أُرَاهُ قَالَ مِنْ صُفْرٍ فَقَالَ « وَيْحَكَ مَا هَذِهِ ». قَالَ مِنَ الْوَاهِنَةِ قَالَ « أَمَا إِنَّهَا لاَ تَزِيدُكَ إِلاَّ وَهْناً انْبِذْهَا عَنْكَ فَإِنَّكَ لَوْ مِتَّ وَهِىَ عَلَيْكَ مَا أَفْلَحْتَ أَبَداً

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat di lengan seorang pria gelang yang dinampakkan padanya. Pria tersebut berkata bahwa gelang itu terbuat dari kuningan. Lalu beliau berkata, “Untuk apa engkau memakainya?” Pria tadi menjawab, “(Ini dipasang untuk mencegah dari) wahinah (penyakit yang ada di lengan atas). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad 4: 445 dan Ibnu Majah no. 3531).

Diriwayat yg lain dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ اللَّهُ لَهُ

“Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada tamimah (jimat), maka Allah tidak akan menyelesaikan urusannya. Barangsiapa yang menggantungkan (hati) pada kerang (untuk mencegah dari ‘ain, yaitu mata hasad atau iri, pen), maka Allah tidak akan memberikan kepadanya jaminan” (HR. Ahmad 4: 154)

4. Dalam ritual mappangolo datu ase, ada ritual penyembelihan/sesajen khusus untuk datu ase, dan hal ini jelas masuk dalam kesyirikan

Allah berfirman,

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurbanku), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’” (Qs. al-An’aam: 162-163).

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini bahwa termasuk orang musyrik yang menyembelih kepada selain Allah, beliau berkata:

يأمره تعالى أن يخبر المشركين الذين يعبدون غير الله ويذبحون لغير اسمه ، أنه مخالف لهم في ذلك

“Allah memberintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar memberi tahu kepada orang-orang musyrik yang menyembah kepada selain Allah dan menyembelih dengan tidak menyebut nama Allah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyelisihi mereka (tidak sesuai dengan ajaran Islam).” (Tafsir Ibnu Katsir)

Semisal dengan hal ini yaitu menyembelih untuk selain Allah dengan menyebutkan nama pengunggu gunung atau penunggu laut kemudian kepala kerbau tersebut ditaruh di gunung, ditanam atau dihanyutkan ke laut.

Memberikan qurban seperti sesajen atau tumbal merupakan jenis ibadah. Hal ini hanya hak Allah semata dan hanya ditujukan kepada Allah saja. Perhatikan ada sebuah hadits yang menunjukkan seseorang masuk neraka hanya karena berqurban dengan seekor lalat saja. Padahal lalat itu ungkapan seseuatu yang sangat tidak berharga. Maka bagaimana apabila qurban dengan yang jauh lebih berharga dari lalat seperti sapi atau kerbau? Perhatikan hadits berikut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ , ﻭَﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓِﻲْ ﺫُﺑَﺎﺏٍ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ : ﻭَﻛَﻴْﻒَ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻣَﺮَّ ﺭَﺟُﻼَﻥِ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻡٍ ﻟَﻬُﻢْ ﺻَﻨَﻢٌ ﻻَ ﻳَﺠُﻮْﺯُﻩُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘَﺮِّﺏَ ﻟَﻪُ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮْﺍ ﻷَﺣَﺪِﻫِﻤَﺎ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻗَﺎﻝَ : ﻟَﻴْﺲَ ﻋِﻨْﺪِﻱْ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃُﻗَﺮِّﺏُ، ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟَﻪُ : ﻗَﺮِّﺏْ ﻭَﻟَﻮْ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ، ﻓَﻘَﺮَّﺏَ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ ﻓَﺨَﻠُّﻮْﺍ ﺳَﺒِﻴْﻠَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ، ﻭَﻗَﺎﻟُﻮْﺍ ﻟِﻶﺧَﺮِ : ﻗَﺮِّﺏْ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻣَﺎ ﻛُﻨْﺖُ ﻷُﻗَﺮِّﺏَ ﻷﺣَﺪٍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺩُﻭْﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓَﻀَﺮَﺑُﻮْﺍ ﻋُﻨُﻘَﻪُ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

“Ada seseorang yang masuk surga karena seekor lalat dan ada yang masuk neraka karena seekor lalat pula.”
Para sahabat bertanya: “Bagaimana itu bisa terjadi ya Rasulullah?
Rasul menjawab: “Ada dua orang berjalan melewati sebuah kaum yang memiliki berhala, yang mana tidak boleh seorangpun melewatinya kecuali dengan mempersembahkan sesuatu untuknya terlebih dahulu, maka mereka berkata kepada salah satu di antara kedua orang tadi: “Persembahkanlah sesuatu untuknya!” Ia menjawab: “Saya tidak mempunyai apapun yang akan saya persembahkan”, mereka berkata lagi: “Persembahkan untuknya walaupun seekor lalat!” Maka iapun mempersembahkan untuknya seekor lalat, maka mereka membiarkan ia untuk meneruskan perjalanannya, dan iapun masuk ke dalam neraka. Kemudian mereka berkata lagi kepada seseorang yang lain: “Persembahkalah untuknya sesuatu!” Ia menjawab: “Aku tidak akan mempersembahkan sesuatu apapun untuk selain Allah, maka merekapun memenggal lehernya, dan iapun masuk ke dalam surga” (HR. Ahmad).

Para pembaca yang dimuliakan Allah, itulah beberapa model kesyirikan yg terdapat di acara ritual mappangolo datu ase, walaupun sebenarnya masih banyak pelanggaran syariat yg belum sempat kami jelaskan ditulisan ini seperti tarian wanita di depan datu ase dll, olehnya itu kami berharap semoga tulisan ini bisa membantu masyarakat untuk memahami bahaya meramaikan acara mappangolo datu ase.karena ikut berpartisipasi dan membantu terselenggaranya acara ini dalam segala bentuknya, adalah termasuk dosa yang sangat besar, karena termasuk tolong-menolong dalam perbuatan maksiat yang sangat besar kepada Allah, yaitu perbuatan syirik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Qs. al-Maaidah: 2).

Imam Ibnu Katsir berkata, “(Dalam ayat ini) Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling tolong-menolong dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik, yang ini adalah al-birr (kebajikan), dan meninggalkan perbuatan-perbuatan mungkar, yang ini adalah ketakwaan, serta melarang mereka dari (perbuatan) saling membantu dalam kebatilan dan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan maksiat.”

Semoga Allah mengampuni dosa kita semua, dan menjauhkan kita dan keluarga dari perbuatan syirik, dan senantiasa berdoa.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”

Sahabatmu

Ustadz Rahmat Abu Uwais Hafizhahullah

Baca Juga  ANTARA DUA SENYUM

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here