*📓Tafsir Surah Al-Mā’ūn*
*🎙Ustadz Hasbi Halid.,Lc حفظه الله*

Pengantar :
– Surah yang menceritakan tentang akhlak orang” yang tidak beriman terhadap adanya hari akhir. Orang yang tidak beriman kepada Alloh dan hari akhir maka tentu berpengaruh kepada akhlaknya sehari”. *Itu pasti !!*

🌅Iman kepada hari akhir semakin membuat yakin akan adanya pertemuan kepada Alloh Ta’ala. Akan ada suatu hari dimana apa yang kalian kerjakan (kebaikan dan kejahatan) sekecil apapun akan mendapatkan balasan. Iman kepada hari akhir sangat erat kaitannya dengan iman kepada Alloh. Tidak di katakan seseorang beriman kepada Alloh kalau ia mengingkari tentang adanya hari akhir. Karena kepercayaan terhadap hari akhirlah yang menjadi motivasi untuk beramal. Di dalam alquran dan hadist disebutkan amalan” serta keutamaannya tapi Alloh menyembunyikan pahalanya untuk menguji siapa diantara manusia yang betul” yakin akan adanya balasan dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Kepercayaan kita bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan.

Rosulullah bersabda,
_”Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan(singgah saja).”_
(HR. Bukhori)

Alloh berfirman :
_”Itulah negeri akhirat Kami menyiapkannya bagi orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian (kedudukan) di dunia…”_
(QS. Al-Qaṣaṣ :83)

💫Senantiasa menjadikan fokus pikiran kita adalah kerinduan akan negeri akhirat. Rosulullah memantapkan iman para sahabat sehingga setelah dibina, dididik, *ditarbiyah* oleh Rosulullah agar mereka betul” tertancap dalam hatinya akan perjumpaan dengan Alloh Ta’ala.

Rosulullah bersabda,
*”Barangsiapa yang cinta bertemu dengan Alloh maka Alloh juga cinta bertemu dengannya dan barangsiapa benci bertemu dengan Alloh maka Alloh benci bertemu dengannya.”*
(HR. Muslim)

Alloh berfirman di awal ayat :

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ(1

_”Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama ?.”_

_”ad diin”_ di sini ada dua makna :
>Agama atau Amalan
>Hari pembalasan

Tapi khusus di surah ini diartikan dengan agama. Dalam bentuk pertanyaan untuk memancing pikiran manusia bahwa siapakah yang mendustakan agama.

Kemudian Alloh berfirman :

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ(2

_”Maka itulah orang yang menghardik anak yatim.”_

⛔️Ciri pertama orang yang mendustakan agama atau mendustakan hari pembalasan di sini berkaitan dengan hak manusia. Mereka yang mencela anak yatim dan tidak memuliakan anak yatim karena rasa tidak percayanya akan adanya hari akhir sehingga ia berbuat semena” terhadap orang” yang lemah. Kalau seseorang berhadapan dengan orang yang memiliki kekuasaan boleh jadi ia tidak berani karena takut dihukum namun ketika ia berhadapan dengan orang yang lemah maka ia semena” mengambil harta tersebut di tambah lagi akan rasa tidak percayanya akan adanya hari akhir maka semakin menjadi” lah ia menganggap remeh orang” yang lemah. Islam datang mengangkat derajat orang” yang lemah. Alloh menjadikan satu surah berkenaan dengan golongan yang lemah yaitu surah An-nisa. Di zaman jahililiyyah, para wanita dan orang” yang lemah seperti anak yatim tidak berhak mendapatkan warisan dan tidak diberikan warisan dan harta mereka seenaknya diambil oleh orang” tidak bertanggung jawab.

Baca Juga  Tafsir ringkas surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlas

Kata-kata _”yadu’ul”_ artinya mendorong dengan sangat keras tidak memuliakan anak yatim tersebut. Islam datang mengancam orang” yang memakan harta anak yatim.

Alloh berfirman :
*”Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zolim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).”*
(QS. An-Nisā :10)

_Yatim_ adalah orang yang kehilangan atau meninggal bapaknya ketika ia masih kecil (belum baligh). Karena seharusnya dimasa” tersebut ia mendapatkan nafkah dan kasih sayang dari bapaknya namun ia tidak mendapat hal tersebut. Sehingga anak tersebut berpeluang menjadi peribadi yang tidak baik karena tidak ada orang yang mengontrolnya. Islam datang untuk kita betul” memperhatikan golongan yg satu ini.

Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah di datangi oleh seseorang yang mengeluhkan kerasnya hatinya. Rosulullah menyarankan ,
_”Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu mendapatkan hajatmu.”_

💌Oleh dari itu kami nasehatkan terutama untuk diri kami pribadi, kalau muncul perasaan malas” datang di majelis taklim, iman masih perlu ditingkatkan maka cari anak yatim, berikan hadiah, elus” kepalanya, cium kepalanya yang demikian Insyaalloh akan melembutkan hati” kita yang keras.

Rosulullah bersabda ,
_”Aku dan orang yang mengurusi anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian Rosulullah mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam..”_

*Perhatikan*‼️
Bagaimana seandainya kita ketika pulang dari bepergian entah itu dari kerja, kantor dll kemudian kita membawakan sesuatu semisal mainan tentunya anak” kita sangat gembira menyambut kedatangan kita. Lalu bagaimana lagi dengan anak” yatim tentunya mereka akan lebih bahagia lagi.

Baca Juga  Solusi dari sekian banyaknya permasalahan bangsa ini

_Subhanalloh_

👑Ketika Raja heraklius bertanya kepada Abu Sufyan (saat itu masih musyrik): “Siapakah yang menjadi pengikut dia (Muhammad), orang-orang yang bermartabat punya jabatan atau kaya atau orang-orang lemah?” Abu Sufyan menjawab, “Orang-orang yang lemah.” Heraklius pun menimpali, “Begitulah ciri-ciri pengikut para Nabi di setiap masa.”

Rosulullah bersabda ,
_”Sesungguhnya kalian ditolong dengan adanya orang” yang lemah di sekitar kalian.”_

Kemudian Alloh berfirman :

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ(3

_”Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin”_

Jangankan memberi makan, melihat orang lain memberi makan kepada orang miskin pun ia tidak rela. Dia bakhil dan ingin orang lain juga bakhil. Dia pelit dan juga ingin orang lain pelit.

_Waliyydzubillah_

Diantara amalan yang paling dicintai oleh Alloh dan menunjukkan iman kita kepada hari akhir adalah memberi makan kepada orang miskin. Ini ibadah yang bisa di lihat orang maka Alloh mengingatkan dalam firmannya :

*”Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Alloh. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”*
(QS. Al-Insān :9)

Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu berkata, “Kalimat pertama yang saya dengarkan dari Rosulullah ketika Beliau tiba di Madinah, ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturrahim, berikan makan, sholatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.”‘
(HR. Tirmidzi)

📌Tips masuk surga dengan selamat :
>Sebarkan salam
>Sambunglah tali silaturrahim
>Berikan makan
>Sholatlah di waktu malam ketika orang” tertidur

Kemudian Alloh berfirman :

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ(4

_”Maka celakalah orang-orang yang sholat”_

الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ(5

_”Yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya”_

Inilah sholatnya orang” munafik, ketika melaksanakan ibadah mereka hendak menipu Alloh. Mereka yang berdiri ketika sholat dalam keadaan malas. Karena mereka mengharapkan pujian dari manusia dan mereka tidak mengingat Alloh kecuali sangat sedikit.

Baca Juga  MENAKJUBKAN, Tahukah kamu kawan, apa nama buah ini??

Yang dimaksud orang” yang lalai dalam sholatnya adalah :
1⃣Tidak memperhatikan masalah waktu sholat sehingga tertundalah sholatnya sampai waktu yang terakhir hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Dia tidak menjadikan sholat sebagai kebutuhannya.

Rosulullah bersabda ,
*”Dan telah dijadikan penyejuk hatiku dalam sholat.”*
(HR. Nasa-i dan Ahmad)

Sholat menjadi penyejuk hati dan *rutinitas penghibur utama* bagi setiap masalah.

2⃣Yang tidak memperhatikan masalah kekhusyu’an di dalam sholat. Mulai takbir sampai salam sibuk memikirkan urusan dunianya.

Dalam Khusyu’ memang tidak bisa kita 100% namun jika di dapati pikiran kita memikirkan hal lain maka sepatutnya kita berusaha khusyu’ kembali.

Kemudian Alloh berfirman :

الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ(6

“Orang-orang yang berbuat riya”

Ingin di lihat oleh orang ketika sholat. Riya’ tidak terlepas dari _sum’ah_ (ingin di dengar). Namun yang lebih berbahaya dari itu ialah _ujub_ (merasa bangga diri), misal pada malam hari ia sholat tahajjud yang tidak ada riya’ dan sum’ah di dalamnya namun setelah pagi harinya muncul perasaan bangga karena beramal yang ia turuti perasaan itu.

Imam Mutharrif Ibnu Sikhkhir rahimahullah berkata,
*”Aku tidur terlelap di malam hari lalu menyesal di pagi hari lebih aku sukai daripada aku bangun menghidupkan malam namun aku bangun pagi dengan perasaan ujub.”*

💦Ibadah kita tidak ada kepastian diterima. Mungkin tercampuri rasa riya’, sum’ah maka tidak ada yang bisa dibanggakan. Bagaimanapun banyaknya ibadah kita, Alloh yang menilai ketakwaan di antara kita. *Jangan kalian mensucikan diri” kalian.*

Kemudian Alloh berfirman :

وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ(7

_”Dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”_

Mereka tidak mau *meminjamkan* barang” kepada orang” yang butuh. Sebagian ulama kita menjelaskan kata” _al ma’uun_ bermakna ember, timba, atau panci. Saking tidak percayanya dengan balasan dari Alloh Ta’ala sehingga barang” kecil seperti itu dia tidak mau meminjamkannya padahal orang tersebut butuh.

*Ini menjadi PR bagi kita untuk senantiasa memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita.*

*Intinya adalah untuk membuktikan cinta kepada Alloh dan iman terhadap hari akhir ialah dengan memenuhi hak” manusia terkhusus orang” yang lemah dan memenuhi hak” Alloh ‘Azza wa jalla.*

Wallahu a’lam

Akhukum Harianto Madia Hafizhahullah

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here