Tafsir surah Al-Humazah

Fawaid Taklim Ustadz Hasbi Halid,.Lc حفظه الله

– Surah ini bercerita tentang tabiat atau perilaku dan tingkah laku manusia kepada saudaranya sesama muslim. Surah ini diturunkan sebelum Rosulullah berhijrah ke kota madinah jadi surah ini Tergolong diantara surah” makkiyah. Karena didalamnya mengancam keras perbuatan orang” kafir.
Didalam alqur’an cuma dua surah yang dibuka denga kata” وَيْلٌ (Celakalah) ancaman yang sangat keras. Yaitu surah Al-mutofifiin dan surah ini Al-Humazah. Semuanya berhubungan dengan hak sesama manusia. Sebelum mengawali surah maka Alloh biasanya memulai dengan kata” pengantar. Namun Pada surah ini langsung Alloh katakan “CELAKALAH”. Tidak ada kata” pengantar , Artinya kita musti benar” memperhatikan siapakah ciri” sifat yang Alloh sebutkan didalam surah ini.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan ,
*”Jika kalian menemui Alloh Ta’ala dengan membawa 70 dosa yang berhubungan dengan Alloh Ta’ala. Itu masih lebih ringan jika dibandingkan engkau membawa 1 dosa yang berhubungan dengan sesama manusia”*

Karena jika kita berdosa kepada Alloh maka kita sungguh” bertaubat menyesali dan beristighfar kepada Alloh maka “Insyaalloh” Alloh akan mengampuni. Namun jika dosa itu berhubungan dengan sesama manusia maka kalau dia betul” sakit hati dan kita belum minta maaf kepadanya atau diambil haknya maka dia akan menuntut diakhirat.

– Rosulullah bersabda ,
“Wahai sahabatku , tahukah kalian siapa orang” yang bangkrut itu ? Maka para sahabat mengatakan , “Yaa Rosulullah , orang yang bangkrut itu orang yang dulu banyak hartanya kemudian habis sedikit demi sedikit”. Tetapi Rosulullah mengatakan , “Orang yang bangkrut dihari kiamat adalah orang yang membawa pahala sholatnya, puasanya, sedekahnya, ngajinya, majelis taklimnya dan pahala” yang lain tapi disamping itu dia mengambil hak saudaranya(tanpa seijin saudaranya) dan dia menjatuhkan harga diri saudaranya(menjelek”an saudaranya dan sebagainya). Maka orang” yang dizolimi didunia ini akan datang pada hari kiamat meminta keadilan kepada Alloh Ta’ala. Maka orang” itu akan diberi pahala dari kebaikan”nya. Sampai kemudian habis pahala yang dimiliki tapi masih ada orang yang menuntut maka dosa” orang yang menuntut diberikan kepada orang” yang menzolimi hak saudaranya kemudian dilemparkanlah ia kedalam neraka”

*”Kezoliman itu adalah kegelapan dihari kiamat”*

Rosulullah bersabda ,
“Tidak ada dosa yang dipercepat hukumannya didunia kecuali kezoliman kepada sesama manusia dan durhaka kepada kedua orang tua”
Inilah dosa yang Alloh percepat hukumannya didunia sebelum dipersiapkan hukuman yang lebih berat diakhirat.

– Rosulullah bersabda dalam khutbatul wada’ ,
“Sesungguhnya darah” kalian, harta” kalian dan harga diri kalian harom atas kalian, seperti harom dan sucinya bulan ini, tempat ini dan negeri ini”

Maka harga diri seorang muslim sangat dihormati didalam islam. Hendaknya kita menjaga harga diri saudara kita. Hendaknya kita menutupi aib saudara kita.

Rosulullah bersabda ,
_”Barangsiapa yang menutupi aib dan kekurangan seorang muslim maka Alloh akan menutupi aib dan kekurangannya dihari kiamat”_

“Balasan sesuai dengan amal perbuatan”. Ini berhubungan dengan harga diri. Sangat celakalah orang yang pergi mengadu domba dan menyebarkan kejelekan” manusia. Harga diri saudara kita seorang muslim harus selalu kita jaga. Menjatuhkan harga diri seorang muslim sangat dicela dan sangat berbahaya dan diancam keras oleh Alloh Ta’ala. Lalu bagaimana lagi orang yang menghilangkan nyawa seorang muslim yang tidak hak untuk membunuhnya ??.

Rosulullah bersabda ,
*”Hancurnya dunia ini masih lebih ringan disisi Alloh dibandingkan terbunuhnya satu orang muslim tanpa hak”*

Sebagian ahli tafsir membedakan makna Humazah dan Lumazah ,
>Pendapat pertama :
_Humazah_ maknanya berkaitan dengan menceritakan keburukan orang lain ketika orang tersebut tidak ada. Adapun _lumazah_ maknanya berkaitan dengan celaan langsung dihadapan orang lain.
>Pendapat kedua :
_Humazah_ maknanya mencela saudara kita dengan isyarat tubuh(seperti bibir, pandangan mata dan sebagainya). Adapun _lumazah_ maknanya mencela saudara kita dengan lisan.

Shaikh Nasir as sa’di ketika menyebutkan ayat tentang ghibah ,
“Apakah kalian suka memakan bangkai saudara kalian yang telah mati ?”
Beliau mengatakan ,
*”Dosa ghibah tergolong dosa” besar. Karena Alloh permisalkan orang” yang menggibah saudaranya itu seperti memakan bangkai saudaranya yang telah mati dan ini permisalan yang sangat buruk”*

Kata” Wa’addadah” (ayat ke 2) ,
>Menunjukkan bahwa hartanya sangat banyak.
>Dia sangat mencintai hartanya.
>Menunjukkan bahwasanya orang ini takut kalau ada sedikit dari hartanya yang berkurang. Dan itu akan membuat dia menjadi orang yang pelit(bakhil). Dan tidak mau mengeluarkan hartanya dijalan Alloh.
Yang lebih parahnya lagi , “Dia menyangka bahwa dengan banyaknya hartanya itu dapat mengekalkan dia dikehidupan dunia ini”.

Sebagian ulama mengatakan hubungan ayat pertama dan ayat selanjutnya adalah kebanyakan orang” yang diberikan kelebihan harta dan tidak memahami hakikat harta tersebut maka dia berpotensi untuk mencela dan menjatuhkan harga diri saudaranya.

Rosulullah bersabda ,
_”Tidak akan masuk surga seseorang yang didalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar biji dzarroh”_

– Dan kata” لَيُنْبَذَنَّ kata ulama bahwa huruf lam dikata” tersebut menunjukkan bahwa Ada sumpah yang tersembunyi disitu, artinya “Wallohi” kalian akan betul” “Dilemparkan” kedalam neraka huthomah. Berarti sangat dihinakan oleh Alloh. Kalau ada kata” وَمَا أَدْرَاكَ Maka perlu sangat diperhatikan karena itu merupakan sesuatu yang sangat diagungkan oleh Alloh Ta’ala.
Sebagian ulama menjelaskan Dinamakan neraka huthomah karena menghancurkan dengan sehancur”nya. Apinya membakar bukan saja bagian luarnya tapi sampai ke sel” yang paling dalam didalam tubuh manusia tersebut.

_Api neraka awalnya sudah sangat panas lalu dinyalakan dan dipanaskan lagi selama 1000 tahun oleh Alloh. Kemudian api itu dipanaskan lagi selama 1000 tahun hingga apinya menghitam karena sangat panas_

*”Api kalian didunia itu 70 kali dipanaskan baru bisa sama dengan panasnya api neraka”*

– Kata” نَارُ اللَّهِ (Api Alloh) kata” api, Alloh tambahkan lafdzul jalalah berarti bukan api yang main” ini karena Setiap kata” yang disandarkan dengan lafdzul jalalah maka sesuatu itu mulia dan diagungkan disisi Alloh Ta’ala.
*Api Yang membakar sampai kedalam jantung atau hati*

– *”Sungguh api itu Ditutup rapat dan tidak bisa keluar dari neraka tersebut. Dan inilah lockdown yang sebenar”nya*

– Setelah neraka itu ditutup kemudian mereka diikat diatas sebuah tiang kemudian dibakar dengan api neraka tersebut. Siksa batin dengan ditempat tertutup dan siksa fisik dengan dibakarnya tubuh. Waliya’udzubillah

#Pelajaran dari Surah ini ,
>Mulai dari sekarang hendaknya kita menjaga harga diri saudara kita seorang muslim. Justru tanda” kesetiaan kepada sahabat kita adalah kita membelanya disaat dia tidak ada. Ketika kehormatan saudara kita dijatuhkan maka kita tampil membela saudara kita.
>Yang diberikan kelebihan harta oleh Alloh, hendaknya menyadari hakikat harta tersebut dan jangan sampai harta itu membuat kita merendahkan saudara kita. Jangan sampai kita dikuasai oleh harta tersebut. Namun siapa saja yang bisa menggunakannya dengan baik dijalan Alloh, justru orang inilah yang paling mulia disisi Alloh Ta’ala.

Wallahu A’lam

Catatan Harianto Madia Hafizhahullah

Baca Juga  🍃BENTUK BAKTI KEPADA ORANG TUA SETELAH TIADA

Silakan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here